News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Bakar Kantor Pemerintahan Ukraina dalam Serangan Udara Terbesar Sepanjang Perang

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SERANG JANTUNG KOTA - Serangan Rusia terhadap kantor pemerintahan, kabinet menteri Ukraina, kompleks pemerintahan yang luas di jantung kota Kiev, Minggu (7/9/2025) merupakan serangan pertama dalam perang tersebut. Serangan ini menjadi serangan udara terbesar Rusia ke Ukraina sejak perang dimulai pada 2022 silam.

Rusia Bakar Kantor Pemerintahan Ukraina dalam Serangan Udara Terbesar Sepanjang Perang

TRIBUNNEWS.COM - Rusia menembakkan serangan udara terbesarnya ke Ukraina pada Minggu (7/9/2025) dini hari.

Serangan Rusia menewaskan sedikitnya dua orang dan membakar kantor pusat pemerintahan Ukraina di Kiev, kata pihak berwenang Ukraina.

Laporan wartawan AFP, tampak atap kabinet menteri Ukraina terbakar dan asap mengepul di atas ibu kota Ukraina, Kiev.

Baca juga: Diberondong Sanksi Barat, Rusia Tuntaskan Uji Terbang Pesawat Superjet 100 Persen Lokal

Serangan pesawat tak berawak juga merusak beberapa gedung tinggi di Kiev, menurut layanan darurat Ukraina.

Rusia tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan invasinya ke Ukraina selama tiga setengah tahun.

Moskow juga terus mengajukan permintaan yang keras, seperti penyerahan sejumlah wilayah Ukraina, untuk mengakhiri perang meskipun ada upaya Amerika Serikat untuk menengahi kesepakatan damai.

Serangan itu terjadi setelah beberapa negara Eropa, yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris, berjanji pada Kamis untuk mengerahkan pasukan "penenang" ke Ukraina untuk berpatroli di perjanjian damai antara pihak-pihak yang bertikai — sebuah tuntutan yang dianggap Moskow tidak dapat diterima.

Baca juga: Barat Mau Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina, Putin: Target Sah Bagi Pasukan Rusia

Serangan ke Jantung Kiev

Serangan terhadap kabinet menteri Ukraina, kompleks pemerintahan yang luas di jantung kota Kiev, merupakan serangan pertama dalam perang tersebut.

Seorang reporter AFP melihat helikopter menjatuhkan sesuatu yang tampak seperti ember berisi air di atas atap, sementara layanan darurat bergegas ke tempat kejadian.

Polisi menutup area di sekitar gedung tersebut.

"Atap dan lantai atas rusak akibat serangan musuh. Tim penyelamat sedang memadamkan api," ujar Perdana Menteri Yulia Svyrydenko melalui Telegram.

"Kami akan memperbaiki gedung-gedung itu. Tapi kami tidak bisa mengembalikan nyawa yang hilang. Musuh meneror dan membunuh rakyat kami setiap hari di seluruh negeri," ujarnya.

Rusia menembakkan sedikitnya 805 pesawat tak berawak dan 13 rudal ke Ukraina antara Sabtu malam dan Minggu dini hari, yang terbesar dalam perang tersebut, menurut angkatan udara Ukraina.

SERANG JANTUNG KOTA - Serangan Rusia terhadap kantor pemerintahan, kabinet menteri Ukraina, kompleks pemerintahan yang luas di jantung kota Kiev, Minggu (7/9/2025) merupakan serangan pertama dalam perang tersebut. Serangan ini menjadi serangan udara terbesar Rusia ke Ukraina sejak perang dimulai pada 2022 silam.

Serangan Menewaskan Bayi

Reporter AFP melaporkan kalau mendengar ledakan di ibu kota pada Minggu dini hari.

Serangan terhadap gedung perumahan sembilan lantai di sebelah barat Kyiv menewaskan sedikitnya dua orang, seorang ibu dan putranya yang berusia dua bulan, kata jaksa.

Menurut polisi, lebih dari selusin lainnya terluka.

Layanan penyelamatan Ukraina mengunggah foto yang menunjukkan bangunan itu terbakar, sementara asap mengepul dari fasadnya.

Serangan itu terjadi setelah lebih dari dua lusin negara Eropa berjanji untuk menjaga kesepakatan apa pun guna mengakhiri perang, beberapa di antaranya menjanjikan pengiriman pasukan ke lapangan.

Keiv mengatakan jaminan keamanan, yang didukung oleh pasukan Barat, sangat penting bagi setiap kesepakatan damai untuk memastikan Rusia tidak menginvasi lagi di masa mendatang.

Baca juga: Kiev Tak Lagi Aman, Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan 14 Orang: Kantor Uni Eropa Rusak

Namun Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukan Barat di Ukraina tidak dapat diterima dan akan menjadi target yang “sah”.

Upaya yang dilakukan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa minggu terakhir untuk mengakhiri perang sejauh ini hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

Pasukan Rusia menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina secara total.

Puluhan ribu orang terbunuh dalam tiga setengah tahun pertempuran, yang telah memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan menghancurkan sebagian besar Ukraina timur dan selatan dalam konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

 

(oln/tmt/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini