News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Akui Serangan Israel di Qatar: Kami Memerangi Hamas

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NETANYAHU BERPIDATO - Tangkapan layar video pidato Netanyahu diambil dari Facebook GPO, Rabu (10/9/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia menginstruksikan militer Israel untuk menyerang Qatar pada Selasa (9/9/2025) dengan dalih menargetkan para pemimpin Hamas.

Hamas, sementara itu, mengklaim sejumlah pemimpin selamat meski ada korban di antara pendamping dan keluarga.

Laporan awal dari Qatar, Al Jazeera, dan kantor berita internasional menyebutkan setidaknya enam korban jiwa, termasuk putra pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, direktur kantornya, tiga pengawal, serta seorang anggota pasukan keamanan dalam negeri Qatar.

Perdana Menteri Qatar: Ini Adalah Terorisme

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengecam keras serangan Israel. 

Ia menyebutnya sebagai "terorisme negara" dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

"Apa yang terjadi hari ini adalah terorisme negara dan upaya untuk mengganggu keamanan dan stabilitas regional," ujarnya dalam konferensi pers pada hari Selasa.

Ia menegaskan negaranya berhak merespons dengan tegas, membentuk tim hukum untuk mengambil langkah internasional, dan siap menindak setiap pelanggaran keamanan.

"Qatar tidak akan tinggal diam," tegasnya. 

Ia juga menyalahkan Benjamin Netanyahu atas serangan yang melanggar kedaulatan Qatar.

"Netanyahu telah membawa kawasan ini ke tingkat yang tak terelakkan, dan kebiadabannya harus ditanggapi secara terpadu. Tindakan Israel tidak boleh diabaikan, dan semua tindakan yang diperlukan harus diambil untuk melawannya," katanya.

Namun, serangan itu juga menghantam peran Qatar sebagai mediator perdamaian. Sheikh Mohammed mengaku upaya panjang Doha untuk menjaga negosiasi kini seolah runtuh.

"Doha berusaha sekuat tenaga untuk memastikan keberhasilan negosiasi, tetapi setelah serangan hari ini, tidak ada yang tersisa," ujarnya dengan nada kecewa.

Setelah serangan tersebut, muncul kabar sekutu Israel, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, langsung menelepon Emir Qatar. 

Trump disebut mengecam tindakan Israel dan menekankan serangan tersebut tidak pernah dikoordinasikan dengan Amerika Serikat. 

Namun, Qatar menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan soal serangan itu, meski ada klaim sebaliknya.

Sementara itu, Hamas menyatakan Israel gagal mencapai targetnya dan delegasi negosiasi mereka selamat. 

Kecaman Internasional

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini