TRIBUNNEWS.COM - Krisis pangan global masih menjadi masalah terbesar dalam sejarah modern.
Sejak dibentuknya World Food Programme (WFP) oleh PBB pada 1963, krisis kelaparan belum pernah mencapai titik 'terselesaikan'.
Meningkatnya dampak krisis iklim hingga melonjaknya harga pangan dan bahan bakar membuat jutaan orang semakin mendekati kelaparan setiap harinya.
Hampir 350 juta jiwa di seluruh dunia sedang mengalami kelaparan paling ekstrem saat ini
Dari jumlah tersebut, hampir 49 juta orang berada di ambang kelaparan.
Di balik statistik yang masif ini, terdapat anak-anak, perempuan, dan laki-laki yang menderita dampak buruk dari kelaparan yang parah tersebut.
Ibu yang kekurangan gizi melahirkan bayi yang kekurangan gizi, mewariskan kelaparan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pertumbuhan fisik dan kognitif anak-anak pun terhambat.
Beberapa krisisi kelaparan paling signifikan di dunia baru saja terjadi, seperti di Ukraina.
Sementara yang lain telah memburuk selama lebih dari satu dekade, yakni Yaman dan Suriah.
Baca juga: Krisis Pangan Ada di Mana-mana, Staf Khusus Mentan Ungkap Ada 58 Negara Alami Kelaparan Serius
Berikut 10 negara yang paling menderita akibat krisis kelaparan, dikutip dari WFP USA:
1. Republik Demokratik Kongo (DRC)
Jumlah orang yang menghadapi kelaparan ekstrem: 23.4 juta
Pendorong utama kelaparan: konflik dan pengungsian.
Republik Demokratik Kongo (RDK) mengalami krisis kelaparan terbesar di dunia , dipicu oleh konflik dan kemiskinan endemik selama lebih dari 25 tahun.
Saat ini, 23,4 juta orang (setara populasi Texas) mengalami kelaparan parah dan lebih dari 6 juta orang telah mengungsi dari rumah mereka.
Pada 2023, WFP telah menjangkau 5,4 juta orang di seluruh negeri.
Baca tanpa iklan