News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Top Rank

10 Negara yang Sulit Dikunjungi Warga Amerika Serikat, Teratas Korea Utara

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PASPOR AMERIKA - Ilustrasi paspor Amerika Serikat yang diunduh dari Pexels pada 23 September 2025. Dikenal memiliki paspor kuat, warga Amerika Serikat masih kesulitan untuk mengunjungi 10 negara ini, mana saja?

TRIBUNNEWS.COM – Paspor biru Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu yang paling “powerful” di dunia, memberikan akses bebas visa ke ratusan negara.

Menurut Henley Passport Index 2025, paspor AS menempati posisi ke-10 terkuat di dunia, dengan akses bebas visa ke 182 negara.

Meski jumlah itu tinggi, tidak semua destinasi bisa dijangkau dengan mudah.

Beberapa negara menerapkan pembatasan ketat karena alasan politik, keamanan, maupun hubungan diplomatik.

Dilansir Digital Émigré, berikut 10 negara yang sulit dikunjungi oleh warga Amerika, beserta alasannya:

1. Korea Utara

Korea Utara, atau Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), menutup akses hampir sepenuhnya bagi warga Amerika.

Sebelum 2017, tur berpemandu dari Tiongkok masih memungkinkan.

Namun kini, warga AS hanya dapat masuk dengan Paspor Validasi Khusus dari Departemen Luar Negeri AS, yang dikeluarkan dalam keadaan terbatas, misalnya bagi jurnalis atau pekerja kemanusiaan.

2. Iran

Hubungan tegang sejak Revolusi 1979 membuat perjalanan ke Iran penuh hambatan.

Warga Amerika masih bisa berkunjung, tetapi hanya melalui tur berpemandu resmi dengan proses visa panjang.

Perjalanan mandiri dilarang, dan semua kegiatan harus menjadi bagian dari tur terorganisir.

3. Bhutan

Sulitnya berpergian ke Bhutan bukan karena motif politik, melainkan konsekuensi dari kebijakan pariwisata mereka yang unik.

Kebijakan pariwisata Bhutan berfokus pada konsep “Bernilai Tinggi, Berdampak Rendah”.

Baca juga: 10 Negara yang Turisnya Lebih Banyak daripada Warga Lokal

Warga AS dikenakan biaya USD 200–250 (sekitar Rp3,2–4 juta) per hari.

Meski tampak mahal, biaya itu sudah mencakup hotel bintang tiga, makanan, pemandu resmi, transportasi, hingga royalti untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat Bhutan.

4. Kuba

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini