News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

4 Hal Penting dari Pertemuan Trump dengan Erdogan di Washington, Bahas Gaza, Ukraina, hingga Suriah

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ERDOGAN DAN TRUMP. Gambar diunggah oleh akun Instagram @whitehouse dan @potus, Jumat (26/9/2025), menunjukkan potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Gedung Putih.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjamu Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Gedung Putih pada Kamis (25/9/2025).

Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak hubungan kedua pemimpin membeku pada 2019.

Isu Gaza, perang Ukraina, perdagangan jet tempur, hingga masa depan Suriah menjadi fokus utama dalam agenda pembahasan.

Trump menyebut Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Israel-Hamas di Gaza.

Ia menegaskan pengembalian sandera Israel menjadi syarat utama gencatan senjata.

Dalam pertemuan itu, Trump juga menyinggung hubungan dagang Turki dengan Rusia dan mendesak Presiden Vladimir Putin menghentikan perang di Ukraina.

Selain itu, Trump membuka peluang pencabutan sanksi pertahanan terhadap Ankara serta kemungkinan penjualan jet tempur F-35.

Trump menutup pertemuan dengan memuji peran Erdogan di Suriah dan menyebut akan ada “pengumuman besar” dalam waktu dekat.

Berikut empat hal penting dari pertemuan keduanya:

1. Hampir capai kesepakatan terkait Gaza

Trump menyatakan AS “hampir mencapai kesepakatan” untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.

Baca juga: Pidato Virtual di PBB, Pemimpin Palestina: Kami Nyatakan Kesiapan untuk Kerja Sama dengan Trump

Ia menegaskan pengembalian sandera Israel yang ditahan Hamas menjadi syarat utama tercapainya gencatan senjata.

Erdogan, yang ikut serta dalam pembahasan bersama perwakilan Qatar, Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan UEA, menyatakan dukungannya terhadap upaya damai.

Al Jazeera melaporkan, perang Israel-Hamas sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 167.000 orang.

Perang Israel-Hamas di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023 setelah serangan besar Hamas ke Israel.

Konflik ini memicu serangan balasan Israel yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar Gaza.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini