Menlu Rusia: NATO dan Uni Eropa Sudah Lancarkan Perang Lewat Cara Ukraina Jadi Proksi
- Negara-negara NATO dan Uni Eropa belum secara resmi memasuki perang melawan Rusia
- Lavrov menuduh NATO dan Uni Eropa menyatakan perang terhadap Rusia melalui Ukraina
- Ia mengklaim kedua aliansi “berpartisipasi langsung” dalam konflik tersebut
- Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis di platform Telegram
- Rusia sebelumnya menganggap dukungan Barat terhadap Ukraina sebagai agresi
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, Kamis (25/9/2025) mengatakan, melalui platform Telegram Publik, kalau NATO dan Uni Eropa sedang melancarkan perang melawan Rusia.
"Perang dilakukan Eropa dan NATO dengan menggunakan Ukraina sebagai proksi," kata dia dikutip dari laporan NW, Jumat (26/9/2025).
Baca juga: Pesawat Menteri Pertahanan NATO Kena Serangan Pengacau GPS di Kaliningrad Rusia
Lavrov juga menuding Eropa dan NATO sudah "berpartisipasi langsung" dalam perang Rusia dan Ukraina tersebut.
Komentar Lavrov ini menyusul klaim Kremlin yang berulang kali bahwa dukungan militer dan finansial Barat untuk Ukraina merupakan bentuk permusuhan langsung terhadap Rusia.
Rusia Langgar Wilayah Udara NATO
Pengumuman ini juga muncul di tengah serangan pesawat nirawak yang berulang ke wilayah udara negara-negara anggota NATO.
Banyak analis dan pengamat geopolitik menilai, Rusia tengah mencari pembenaran atas aksi mereka melancarkan serangan langsung ke NATO sebagai respons tindak permusuhan terhadap mereka.
Rusia dinilai 'playing victim' agar bisa berkonfrontasi langsung dengan negara-negara NATO yang menyuplai sokongan terhadap Ukraina selama ini.
Adapun NATO memperingatkan Rusia pada Selasa kalau mereka siap untuk mempertahankan "setiap jengkal wilayah sekutu (negara anggota mereka)".
Baca juga: Negara Anggota NATO Siap Tembak Jatuh Pesawat Rusia: Swedia Gerah, Turki Pernah Bom Su-24M
Ancaman NATO dilontarkan setelah Estonia mengatakan bahwa jet tempur Rusia telah melanggar wilayah udaranya pekan lalu.
Serangan ini menyusul insiden serupa di Polandia awal bulan ini, di mana sekitar 20 pesawat nirawak dari Moskow memasuki wilayah udara Polandia.
Minggu ini saja, Denmark melaporkan beberapa insiden pesawat nirawak di titik-titik infrastruktur penting, ketika sebuah kapal pendarat Rusia ditemukan mengintai di lepas pantai Denmark.
(oln/nw/*)
Baca tanpa iklan