News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Anggap Remeh Walk Out Massal di PBB, Netanyahu: Dibalik Panggung Mereka Memuji Israel

Penulis: Bobby W
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Tangkapan Layar Kanal Youtube United Nations saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada hari Jumat (26/9/2025).

Netanyahu juga membantah klaim ICC tersebut dengan mengatakannya sebagai "tuduhan palsu genosida."

Isi Pidato netanyahu

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu membuka pidatonya dengan memuji aksi militer Israel terhadap Iran serta kelompok proksinya di kawasan Timur Tengah.

"Setahun terakhir, kami telah menggempur Houthi, termasuk kemarin. Kami menghancurkan sebagian besar mesin Hamas. Kami melumpuhkan Hizbullah, merenggut sebagian besar pemimpinnya dan sebagian besar persenjataannya," kata Netanyahu, dikutip dari CNN.

Ia bahkan disambut tepuk tangan riuh dari delegasi Israel ketika menyebut operasi peledakan ratusan pager milik anggota Hizbullah di Lebanon.

Peristiwa tersebut menewaskan minimal 37 jiwa, termasuk anak-anak, serta melukai hampir 3.000 orang.

"Anda ingat pager itu, kami menghubungi Hizbullah, dan percayalah, mereka menerima pesannya," kata Netanyahu.

PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Tangkapan Layar Kanal Youtube United Nations saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada hari Jumat (26/9/2025). (Tangkapan Layar Kanal Youtube United Nations)

"Dan yang terpenting, dan di atas segalanya yang bisa saya sampaikan kepada Anda, bahwa kita telah menghancurkan program senjata atom dan rudal balistik Iran selama satu tahun terakhir, dalam satu dekade terakhir," tambahnya.

Netanyahu juga memuji kolaborasi dengan Amerika Serikat dalam operasi militer selama 12 hari melawan Iran pada Juni lalu, termasuk serangan gabungan terhadap fasilitas pengayaan nuklir di Teheran.

Ia menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai mitra kunci dalam menghambat ambisi nuklir Iran serta mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengaktifkan kembali sanksi sesegera mungkin untuk Teheran.

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini