Aksi pengepungan dan pengeboman yang dilakukan Israel juga memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.
Akibat kekurangan makanan dan kebutuhan pokok, 459 orang, termasuk 147 anak-anak, meninggal dunia karena kelaparan.
Selain itu, sejak 27 Mei 2025, pasukan Israel juga menyerang warga Palestina yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan.
Menurut laporan Anadolu Agency, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 2.610 orang dan melukai lebih dari 19.143 orang.
Israel menyalahkan Gerakan Hamas atas kehancuran di Gaza. Hamas sebelumnya meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan ratusan warga Israel dan menahan sekitar 250 orang sebagai sandera.
Hingga 3 September 2025, diperkirakan masih ada 48 orang sandera — terdiri dari warga Israel dan warga asing — yang masih ditahan di Gaza.
Sebagian di antara mereka dilaporkan telah meninggal dunia, tetapi jenazahnya belum dikembalikan, menurut data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan