News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Di Masa Damai Pascaperang Gaza, Netanyahu Malah Beri Ancaman ke Hamas Lagi

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANCAMAN NETANYAHU - Dalam wawancara eksklusif bersama CBS News pada Selasa (14/10/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi gencatan senjata dengan Hamas. Dalam wawancara tersebut, Netanyahu mengeluarkan ancaman kepada Hamas bila tidak melucuti senjata mereka, kekacauan akan kembali terjadi.

TRIBUNNEWS.COM - Di masa damai pascaperang Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat panas situasi.

Benjamin Netanyahu menyatakan harapan untuk mencapai fase perdamaian berikutnya dalam kesepakatan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Namun, ia secara tegas menggarisbawahi satu syarat mutlak yang harus dipenuhi Hamas, yakni pelucutan senjata dan demiliterisasi total.

Tanpa hal tersebut, Netanyahu memperingatkan, "semua kekacauan akan pecah".

Syarat yang digaungkan kembali oleh Netanyahu ini sejalan dengan kondisi yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mediator utama dalam kesepakatan damai tersebut.

"Pertama, Hamas harus menyerahkan senjatanya," kata Netanyahu dalam wawancara eksklusif dengan CBS Mornings.

"Dan kedua, Anda ingin memastikan bahwa tidak ada pabrik senjata di dalam Gaza. Tidak ada penyelundupan senjata ke Gaza. Itulah demiliterisasi," tegasnya.

Sementara Israel optimistis, kelompok militan Hamas menolak mentah-mentah persyaratan untuk menyerahkan persenjataannya.

Penolakan ini memicu peringatan keras dari Presiden Trump.

Trump mengancam, jika Hamas tidak melucuti senjata, "kami akan melucuti mereka".

"Dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan," tegas Trump.

Baca juga: Pasca Nyatakan Perang Gaza Berakhir, Kini Trump Minta Netanyahu Diberi Pengampunan

Hamas Kembalikan 4 Jenaza Sandera

Hamas kembali mengembalikan empat jenazah sandera lainnya pada Selasa (14/10/2025).

Pengembalian empat jenazah ini dilakukan Hamas setelah Israel menuduh kelompok tersebut tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Selain menuduh, Israel bahkan mengancam Hamas akan menghentikan bantuan ke Gaza.

Perselisihan mengenai jenazah 28 sandera menjadi krisis pertama dalam proses perdamaian.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini