TRIBUNNEWS.COM - Menguatnya nilai mata uang Ringgit yang mencerminkan tren ekonomi Malaysia yang positif justru membuat sebuah polemik baru bagi pemerintah Malaysia.
Dampak negatif baru bagi Negeri Jiran dari penguatan nilai ringgit ini adalah semakin banyaknya warga Malaysia yang memilih berlibur di negara-negara tetangga seperti Indonesia, Thailand, hingga Jepang.
Seperti yang diketahui sebelumnya, dalam beberapa bulan terakhir, ringgit berhasil menunjukkan performa yang mengesankan.
Hingga saat ini, nilai ringgit telah menguat sebesar 5,8 persen, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan ASEAN sepanjang tahun ini.
Pada hari Kamis ini saja (16/10/2025), Ringgit tercatat mencapai level Rp 3.924,74.
Menteri Keuangan Kedua Datuk Seri Amir Hamzah Azizan juga baru-baru ini menyatakan bahwa ringgit berpotensi menguat hingga "sedikit di bawah 4 ringgit" per dolar Amerika Serikat dalam 12 bulan ke depan, didukung oleh fundamental ekonomi Malaysia yang kuat.
Menanggapi fenomena tersebut, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, justru menyoroti dampak negatif yang kemudian ditimbulkan.
Anwar mengungkapkan fenomena tersebut justru mendorong warga Malaysia untuk memilih berlibur ke negara tetangga lainnya yang dianggap lebih ekonomis.
Dikutip dari Malaysia Tribune, hal ini diutarakan Anwar dalam pernyataannya di sidang Parlimen Malaysia pada Selasa (14/10/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat menjawab pertanyaan tambahan dari Jimmy Puah dari fraksi PH–Tebrau terkait laporan bahwa sekitar 200.000 warga Malaysia melintasi perbatasan utara menuju Thailand selama akhir pekan libur panjang Hari Malaysia baru-baru ini.
Meski penguatan ringgit telah meningkatkan daya beli masyarakat Malaysia, Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa hal ini tak memberikan 'suntikan' dana bagi sektor pariwisata dalam negeri.
Anwar mengaku Malaysia patut bersyukur ringgit kini lebih kuat namun ironisnya ia melihat banyak warganya yang justru memanfaatkan nilai tukar ini untuk berlibur ke Indonesia dan Thailand.
Baca juga: KJRI Sabah Promosikan Kopi Indonesia Lewat Festival Internasional di Malaysia
Ucapan Anwar ini disambut tawa ringan dari para anggota parlemen Malaysia.
Anwar pun memberikan analisa singkatnya terkait fenomena warga Malaysia yang lebih memilih berlibur ke Thailand dan Indonesia.
"Ketika ringgit menguat, mata uang seperti Rupiah dan Baht melemah, sehingga ada daya tarik untuk berwisata ke negara ini. Namun, kami juga ingin masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berbelanja dan berlibur di dalam negeri," ujarnya.
Baca tanpa iklan