News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Perdamaian di Palestina, Kemenangan bagi Diplomasi Indonesia

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERDAMAIAN TIMTENG - Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El Sheikh di Mesir, pada Senin (13/10/2025). (BPMI Setpres)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri pertemuan bersejarah di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang menghasilkan penandatanganan kesepakatan damai dan penghentian perang di Palestina, khususnya di Gaza.

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara-negara penting dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara khusus menyebut Presiden Prabowo sebagai ‘a very incredible man of Indonesia’, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sebagai tuan rumah.

Pertemuan bersejarah ini turut dihadiri oleh Presiden Prancis, Raja Bahrain, Raja Yordania, Perdana Menteri Italia, Presiden Turki, Emir Qatar, Emir Kuwait, serta Perdana Menteri Inggris, Spanyol, dan Pakistan, bersama dengan sejumlah pemimpin negara lainnya.

Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, kehadiran Indonesia dalam forum ini menunjukkan bahwa negara semakin dihormati dan diperhitungkan di kancah internasional. 

“Ini adalah momentum yang sangat baik bagi Indonesia,” ujarnya.

Presiden Prabowo dikenal memiliki perhatian khusus terhadap isu Palestina dan Timur Tengah. Komitmen Indonesia diwujudkan melalui dua pendekatan utama:

 

Diplomasi Aktif

Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan dukungan Indonesia dalam forum-forum internasional, termasuk menyatakan komitmen Indonesia untuk mendukung gencatan senjata yang komprehensif dan permanen sebagai langkah penting menuju solusi nyata dan perdamaian sejati antara Israel dan Palestina.

Indonesia pun telah melakukan berbagai tindakan konkret, antara lain mengirimkan lebih dari 100 tenaga kesehatan dan dokter ke Palestina, mengundang lebih dari 60 anak-anak Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, mengirimkan bantuan kemanusiaan dan kapal rumah sakit serta melakukan empat kali pengiriman bantuan logistik melalui pesawat dengan sistem drop off.

Seskab menekankan bahwa pengiriman bantuan melalui udara bukanlah hal yang mudah, karena memerlukan izin dari berbagai negara yang wilayah udaranya dilalui. 

Baca juga: Bukan Hanya Perdamaian, Prabowo Diminta Suarakan Kemerdekaan Penuh Palestina di KTT Perdamaian Gaza

“Ini butuh diplomasi yang kuat dan kedekatan pribadi dengan pimpinan-pimpinan di negara tersebut,” jelasnya.

Teddy menegaskan bahwa kehadiran Indonesia dalam pertemuan ini menandai peran aktif negara dalam proses perdamaian. 

“Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo tidak menjadi penonton, tapi kita turut serta menjadi salah satu penentu dan salah satu pencetak sejarah dalam perdamaian di Timur Tengah khususnya di Palestina,” kata dia.

Pemerintah Indonesia juga berharap kesepakatan yang telah ditandatangani dapat berjalan sesuai harapan untuk mewujudkan perdamaian di kawasan Palestina.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini