TRIBUNNEWS.COM - Lituania mencapai kesepakatan dengan delapan negara lain untuk melatih dan memperlengkapi brigade Ukraina di sebuah pusat pelatihan di Polandia, lapor Lithuanian National Radio and Television (LRT), Selasa (21/10/2025).
Menurut Kementerian Pertahanan Lituania, nota kesepahaman tersebut ditandatangani pada Rabu lalu dalam pertemuan para menteri pertahanan NATO dari negara-negara Skandinavia, Baltik, dan Polandia di Brussel, Belgia.
Negara-negara peserta akan memberikan dukungan berupa pasokan senjata, peralatan, serta pelatihan bagi personel militer untuk mempersiapkan brigade Ukraina sesuai standar modern NATO.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Lituania akan menyediakan tim pelatihan bergerak, amunisi latihan, dan granat.
Lituania juga akan menyumbangkan peralatan pertahanan udara dan perangkat penglihatan malam produksi lokal senilai sekitar €12 juta kepada brigade Ukraina.
Pusat pelatihan OP-LEGIO ini dibuka pada 1 Oktober di Polandia, sekitar 160 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Inisiatif ini dipimpin oleh Norwegia, diikuti Denmark, Estonia, Islandia, Latvia, Polandia, Lituania, Finlandia, dan Swedia.
Kementerian Pertahanan Lituania menyatakan bahwa negara tersebut terus memberikan dukungan militer komprehensif bagi Ukraina.
Bersama Islandia, Lituania memimpin koalisi penjinakan ranjau, secara rutin memasok peralatan penjinakan ranjau ke unit teknik tempur Ukraina, serta berpartisipasi dalam lima operasi koalisi lainnya, mulai dari drone hingga sistem peperangan elektronik.
Secara khusus, Lituania telah mengalokasikan €20 juta untuk produksi drone jarak jauh dan secara aktif bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Ukraina untuk membangun fasilitas produksi bersama di Lituania.
Selain bantuan militer, Lituania juga berpartisipasi dalam inisiatif kemanusiaan: $30 juta telah dialokasikan untuk Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina (PURL), €68 juta untuk inisiatif amunisi Ceko, €5 juta untuk program bantuan keamanan NATO, serta tambahan €30 juta direncanakan untuk pembelian sistem pertahanan udara Patriot.
Upaya Donald Trump Mengakhiri Perang Rusia-Ukraina
Baca juga: Serangan Udara Rusia di Ukraina, 6 Tewas Termasuk Bayi, Pertemuan Trump–Putin Ditunda
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dijadwalkan melakukan kunjungan mendadak ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump, hanya beberapa hari setelah Trump tampak menyetujui sebagian tuntutan Presiden Rusia Vladimir Putin guna mengakhiri perang di Ukraina.
Siaran pers singkat dari NATO mengonfirmasi kunjungan dua hari tersebut dan menyebutkan bahwa Rutte akan bertemu dengan Trump, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai alasan kunjungan.
Rutte merupakan salah satu dari sejumlah pemimpin Eropa yang selama beberapa bulan terakhir berupaya membujuk Trump agar lebih tegas dalam mendukung Ukraina.
Baca tanpa iklan