TRIBUNNEWS.COM - Dunia internasional diramaikan oleh sejumlah peristiwa besar, di antaranya mantan Presiden Prancis dijatuhi hukuman penjara atas kasus konspirasi kriminal, sementara Amerika Serikat memperketat sanksi minyak terhadap Rusia.
Berikut rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Hindari Risiko Terburuk, Eks-Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Dikawal Polisi Selama 5 Tahun di Rutan
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez memastikan bahwa bahwa dua petugas kepolisian akan selalu memberikan pengamanan terhadap Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang kini sedang menjalani hukuman penjara.
Keputusan ini disampaikan Nunez melalui siaran radio Europe 1 pada Rabu (22/10/2025).
Dikutip dari Reuters, anggota polisi tersebut rencananya akan dibuatkan pos sendiri dan ditempatkan dekat dengan sel di mana Nicolas Sarkozy akan mendekam.
Adapun langkah spesial ini diambil oleh pemerintah Prancis untuk memastikan keselamatan orang nomor satu di negeri Menara Eiffel pada periode 2007-2012 tersebut.
"Mantan presiden republik berhak atas perlindungan karena statusnya. Terdapat ancaman yang jelas terhadap dirinya, sehingga perlindungan ini tetap diberikan selama ia menjalani hukuman penjara," ujar Nunez.
Ia menambahkan bahwa petugas tersebut akan tetap berada di samping Sarkozy sepanjang masa hukumannya selama "diperlukan".
Menurut media Prancis, petugas tersebut akan menjadi bagian dari tim yang bertugas bergantian di penjara.
2. China Dilaporkan Mau Beli Dua Lusin Pesawat Tanker Rusia IL-78, Serangan ke Taiwan Dipercepat?
China dilaporkan sedang mempertimbangkan pembelian hampir dua lusin pesawat tanker Rusia IL-78.
Informasi militer sensitif ini merujuk pada dokumen yang diduga bocor dari raksasa pertahanan milik negara Rusia, dilansir NW, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: 5 Fakta T-Dome Milik Taiwan, Sekutu AS Akan Bangun Sistem Pertahanan Udara Mirip Iron Dome Israel
Jika kabar tersebut benar, kemungkinan besar pembelian besar-besaran ini dimaksudkan untuk menambah armada kecil pengisi bahan bakar udara Tiongkok.
Kemungkinan lain adalah Tiongkok hendak meningkatkan jumlah armada tanker barunya untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang sedang dimodernisasi secara cepat.
Terlebih, Presiden Tiongkok Xi Jinping, sudah menyatakan cita-cita negara tersebut untuk mencapai "militer kelas dunia" pada pertengahan abad ini.
Baca tanpa iklan