TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Richter mengguncang Afghanistan utara pada Senin (3/11/2025) dini hari waktu setempat.
Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan 150 lainnya luka-luka.
Pusat gempa berada di dekat kota Mazar-i-Sharif, menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Kota Mazar-i-Sharif berjarak sekitar 300 kilometer di sebelah utara Kabul, ibu kota Afghanistan.
USGS mencatat gempa terjadi pada pukul 00.59 waktu setempat (20.29 GMT) di kedalaman 28 kilometer.
Kota Mazar-i-Sharif, yang berpenduduk sekitar 523.000 jiwa, mengalami guncangan kuat yang membuat warga panik dan berlarian ke jalan pada tengah malam, sebagaimana dilaporkan AFP.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan, Samim Joyanda, mengatakan kepada Reuters bahwa “sebanyak 150 orang terluka dan tujuh orang meninggal dunia telah dipindahkan ke pusat kesehatan hingga pagi ini.”
Pihak berwenang menyebut provinsi Balkh dan Samangan sebagai wilayah paling terdampak.
Kementerian Pertahanan Taliban mengatakan tim penyelamat militer telah diterjunkan untuk mengevakuasi korban, membantu keluarga terdampak, dan menyalurkan bantuan darurat.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Sharfat Zaman menambahkan bahwa seluruh rumah sakit di sekitar lokasi gempa telah disiagakan.
“Tim kesehatan telah tiba di daerah tersebut, dan jumlah korban kemungkinan masih akan meningkat,” ujarnya.
Baca juga: Setidaknya 4 Tewas dan 60 Luka Akibat Gempa 6,3 SR Guncang Afghanistan Utara
USGS mengeluarkan peringatan oranye melalui sistem PAGER, yang menandakan potensi kerusakan besar dan korban jiwa yang meluas.
Sistem ini juga menyebut bahwa gempa dengan tingkat peringatan serupa biasanya memerlukan respons berskala nasional atau regional.
Juru bicara provinsi Balkh, Haji Zaid, mengatakan gempa merusak sebagian kompleks Masjid Biru di Mazar-i-Sharif — salah satu situs suci paling terkenal di Afghanistan.
Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan tim penyelamat berusaha menarik korban dari reruntuhan bangunan, namun Reuters belum dapat memverifikasi rekaman tersebut.
Baca tanpa iklan