Sebagai balasan, Israel menargetkan situs-situs militer, ilmuwan nuklir, dan fasilitas pengayaan uranium Iran.
Namun laporan terbaru menunjukkan, kerusakan terhadap fasilitas nuklir Iran jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.
Sejumlah pengamat menilai situasi saat ini menempatkan kedua negara dalam “lingkaran kesiapan” menuju perang berikutnya.
Dengan diplomasi yang terus menemui jalan buntu, potensi pecahnya konflik baru di Timur Tengah semakin besar.
Para analis memperingatkan bahwa eskalasi berikutnya bisa jauh lebih destruktif, baik secara militer maupun kemanusiaan, mengingat kapasitas rudal Iran yang mening
Jika diplomasi terus gagal, maka konflik besar di Timur Tengah bisa kembali pecah, dengan skala serangan yang jauh lebih destruktif.
“Israel merasa pekerjaannya belum selesai, dan Iran pun tak berniat mundur,” ujar Vaez.
“Keduanya kini bersiap menghadapi babak baru dari perang yang belum berakhir.” tambahnya.
Dengan situasi yang semakin tegang dan kegagalan diplomasi internasional, dunia kini menatap Timur Tengah dengan kekhawatiran bahwa ledakan besar berikutnya mungkin hanya tinggal menunggu waktu.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan