News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Thailand Gagalkan Penyelundupan Puluhan Monyet dan Metamfetamin, Dua Pria Ditangkap

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas jagawana Thailand menyelamatkan 81 monyet dan menyita narkoba dari truk pikap dalam dugaan operasi penyelundupan hewan di Aranyaprathet, sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, 14 November 2025 (DNP, Resimen Pasukan Ranger ke-12).

TRIBUNNEWS.COM - Polisi Thailand menangkap dua pria setelah mencegat truk pikap yang membawa puluhan monyet ekor panjang dan sejumlah metamfetamin dalam dua operasi berbeda pada hari yang sama, lapor CBS News dan CNN.

Kasus pertama terjadi di Distrik Khlong Hat, tenggara Thailand, dekat perbatasan Kamboja.

Petugas hutan yang sedang berpatroli di ladang tebu mendengar suara binatang tidak biasa.

Setelah memeriksa ladang tebu, petugas hutan menemukan 62 monyet ekor panjang—44 jantan dan 18 betina—yang disembunyikan di dalam 10 keranjang plastik, menurut Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tanaman (DNP) Thailand.

Monyet ekor panjang ini merupakan spesies asli Asia Tenggara yang sering digunakan dalam penelitian medis karena DNA-nya mirip manusia.

Banyak dari mereka dalam kondisi lemah akibat dipaksa dalam karung jaring, dan langsung dipindahkan ke pusat penyelamatan satwa liar setempat untuk perawatan.

Kasus kedua terjadi sore harinya di Distrik Aranyaprathet, juga dekat perbatasan Kamboja.

Patroli melihat dua pria menurunkan karung jaring biru dari truk pikap di jalan pedesaan.

Polisi menangkap kedua pria tersebut setelah pengejaran, dan menemukan 81 monyet—30 jantan dan 51 betina—serta sejumlah metamfetamin di dalam kendaraan.

Monyet-monyet itu juga dibawa ke pusat penyelamatan satwa liar.

Para tersangka mengaku disewa untuk menyelundupkan monyet ke Kamboja (DNP Thailand).

Baca juga: Petugas Lapas Gagalkan 2 Kali Percobaan Penyelundupan Sabu via Pembalut Wanita

Somruek Suppamitkrisana, Direktur Divisi Konservasi Satwa Liar Thailand, mengatakan, “Penemuan kasus-kasus beruntun ini menegaskan bahwa wilayah perbatasan masih menjadi incaran jaringan perdagangan satwa liar, terutama kera ekor panjang, yang permintaannya tinggi di tingkat internasional.”

Thailand dikenal sebagai pusat perdagangan satwa liar global, salah satu pasar ilegal terbesar di dunia dengan nilai diperkirakan antara 7,8–10 miliar dolar AS per tahun, menurut Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS.

Negara ini sering menjadi transit bagi penyelundup yang menjual satwa langka ke China, Taiwan, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Kasus serupa sebelumnya menunjukkan pola perdagangan yang sistematis.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini