Ringkasan Berita:
- Banjir dahsyat melanda wilayah Asia Tenggara dari Thailand, Malaysia, hingga Indonesia
- Di Thailand 13 orang meninggal dunia dan di Sumatera Utara 10 orang meninggal
- Ratusan ribu orang mengungsi akibat banjir yang disebabkan oleh hujan deras itu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banjir besar melanda Thailand selatan tepatnya di distrik Hat Yai, provinsi Songkhla.
Banjir terjadi dalam dalam dua hari terakhir menyebabkan kota itu lumpuh total.
Data sementara 13 orang meninggal dunia.
Diperkirakan 2,1 juta orang terkena dampaknya, 13.000 orang mengungsi ke tempat pengungsian.
Thailand mengerahkan militer untuk menangani krisis banjir pada Selasa (25/11/2025).
Militer ditugaskan melakukan evakuasi ribuan orang yang terjebak banjir hingga ketinggian 2 meter di beberapa wilayah.
Militer Thailand menerbangkan pesawat kargo C-130 dengan pasokan obat-obatan, makanan dan air.
Angkatan laut mengatakan armada 14 kapal dan kapal induk Chakri Naruebet diberangkan kemarin sore dengan dua helikopter, dokter dan dapur lapangan yang dapat menyediakan 3.000 makanan sehari.
"Armada siap untuk mengirimkan pasukan dan melaksanakan tindakan sesuai perintah Angkatan Laut Kerajaan," kata militer dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa kapal induk tersebut juga dapat berfungsi sebagai rumah sakit terapung.
Banjir disebabkan hujan deras yang melanda wilayah itu.
"Saya meminta warga untuk meninggalkan daerah tersebut 100 persen karena jika banjir tinggi, akan ada masalah dalam penyediaan makanan dan perawatan," kata Gubernur Ratthasart Chidchod kepada Channel 3 TV.
Tayangan televisi menunjukkan air berwarna coklat mengalir deras melewati jalan-jalan komersial Hat Yai.
Air merendam mobil dan rumah terlihat tinggal atap.
Banjir juga di Malaysia
Di Malaysia, lebih dari 19.000 orang telah dievakuasi dari daerah banjir ke 126 pusat evakuasi yang didirikan terutama di daerah perbatasan utara.
Di negara bagian Perlis, tim penyelamat berjuang melewati air setinggi lutut untuk memasuki rumah-rumah.
Sementara perahu Tim SAR mengangkut para lansia dan anak-anak ke tempat aman.
Sebuah tim penyelamat yang dikirim ke negara bagian Kelantan yang paling parah terkena dampak, yang berbatasan dengan Thailand.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan di Facebook, mendesak masyarakat untuk mematuhi perintah evakuasi.
"Di masa sulit dan penuh tantangan ini, saya berdoa agar semua korban banjir diberikan kekuatan, ketangguhan, dan dilindungi dari segala bahaya."
Banjir di Sumut dan Aceh
Bencana alam longsor dan banjir bandang juga melanda Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.
Di Sumut, longsor dan banjir bandang melanda sebanyak 2.393 kepala keluarga (KK).
Berdasarkan data Polda Sumut hingga Selasa (25/11/2025), tercatat 20 kejadian bencana terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di enam kabupaten/kota, yaitu Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.
Bencana tersebut menyebabkan 10 warga meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 lainnya masih dalam pencarian dilansir dari Kompas.com
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa seluruh personel telah dikerahkan untuk membantu warga.
Di Aceh, banjir melanda Kabupaten Aceh Utara.
Banjir telah merendam 8 kecamatan dan berdampak pada ribuan warga.
Informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Aceh Utara, banjir terjadi akibat meluapnya sungai serta tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Delapan kecamatan yang terdampak banjir meliputi, Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Muara Batu, Langkahan, Syamtalira Aron, Samudera, Baktiya Barat.
Sumber: Reuters/Serambi Indonesia/ Tribun Medan
Baca tanpa iklan