News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Trump Wanti-Wanti Israel, Minta PM Netanyahu Jangan Sentuh Suriah

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Jumat (11/7/2025), Trump desak Netanyahu tak menyerang Suriah, demi menjaga stabilitas pemerintahan baru Ahmed al-Sharaa yang didukung AS setelah tumbangnya rezim Assad.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Israel agar tidak mengganggu bahkan melakukan eskalasi militer di Suriah.

Peringatan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social, beberapa jam sebelum pemimpin AS itu melakukan panggilan telepon resmi dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Langkah ini menandai meningkatnya perhatian Gedung Putih terhadap ketegangan terbaru di wilayah kawasan.

Terutama setelah operasi mematikan yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah selatan Suriah beberapa hari sebelumnya.

Dalam unggahan tersebut, Trump menegaskan bahwa Israel harus menjaga komunikasi yang “kuat dan jujur” dengan pemerintahan baru Suriah.

“Sangat penting bagi Israel untuk menjaga dialog yang kuat dan jujur dengan Suriah, dan memastikan tidak ada hal yang mengganggu perkembangan Suriah menuju negara yang makmur,” tulis Trump.

Mengutip laporan The Times Of Israel, peringatan Trump muncul buntut ketegangan operasi militer Israel di Suriah selatan yang menewaskan 13 orang dalam sepekan terakhir.

Washington menilai tindakan tersebut dapat memicu respons balasan yang berpotensi mengacaukan rencana stabilisasi yang sedang dikerjakan bersama Presiden Ahmed al-Sharaa, mantan pemimpin pemberontak Islam yang kini memimpin pemerintahan baru Suriah setelah menggulingkan Bashar al-Assad pada 2024.

Selain itu serangan Israel di Suriah dikhawatirkan dapat mengganggu proses rekonstruksi politik yang baru mulai berjalan setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

Baca juga: Netanyahu Bersiap Depak Hamas dari Gaza Usai Rencana Trump Disahkan PBB

AS juga khawatir bahwa serangan berulang ke wilayah Suriah dapat menghambat upaya normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara tetangganya, yang oleh Trump disebut sebagai fondasi penting perdamaian jangka panjang di Timur Tengah..

Alasan itu yang mendorong Trump untuk ambil langkah tegas, untuk menjaga hubungan regional yang lebih seimbang.

Sehingga AS dapat membangun kembali pengaruhnya di Timur Tengah setelah bertahun-tahun terseret dalam konflik regional.

Mengukur Hubungan AS–Suriah

Hubungan antara Amerika Serikat dan pemerintahan baru Suriah di bawah Ahmed al-Sharaa berkembang pesat sejak rezim Bashar al-Assad tumbang pada akhir 2024.

Washington melihat perubahan kekuasaan di Suriah sebagai momentum strategis untuk membentuk tatanan keamanan baru di Timur Tengah.

AS memandang Sharaa, mantan pemimpin pemberontak Islam yang berbalik menuju diplomasi sebagai figur yang mampu menstabilkan negara yang selama satu dekade terjebak konflik internal dan intervensi asing.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini