TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan perkembangan terbaru rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina. Hingga kini, belum ada kepastian kapan pasukan akan diberangkatkan.
Menurut Sugiono, seluruh negara anggota masih membahas detail teknis di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Masih dibicarakan detailnya. Dibicarakannya di PBB. Tidak ada timeline, tapi sedang membicarakan sampai detailnya selesai,” ujarnya di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Mandat PBB untuk Gaza
Rencana pengiriman pasukan perdamaian PBB ke Gaza berangkat dari resolusi gencatan senjata Dewan Keamanan PBB yang menuntut penghentian konflik Israel–Palestina.
Latar belakangnya mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, pengurangan kontrol Hamas, serta kebutuhan pengamanan selama masa transisi politik dan kemanusiaan.
Pasukan perdamaian diproyeksikan sebagai mekanisme internasional untuk menjaga stabilitas, melindungi warga sipil, dan memastikan implementasi kesepakatan gencatan senjata.
Prabowo Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan kesediaan Indonesia untuk mengirim 20 ribu pasukan perdamaian dari TNI ke Gaza.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, New York, Selasa (23/9/2025).
"Indonesia saat ini adalah salah satu penyumbang terbesar pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami percaya pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami akan terus mengabdi, di mana perdamaian membutuhkan penjaga, bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan pasukan di lapangan," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Baca juga: Putin Ancam Rebut Donbas, Trump Santai, Sebut Rusia Tetap Ingin Damai dengan Ukraina
Dipimpin Jenderal Bintang Tiga
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan pihaknya sudah menyiapkan kontingen pasukan perdamaian.
Seleksi personel tengah dilakukan, dan nantinya kontingen akan dipimpin oleh seorang Jenderal TNI bintang tiga.
Pasukan tersebut terdiri dari tiga Brigade Komposit, dengan satu Batalyon Kesehatan, satu Batalyon Zeni Konstruksi, satu Batalyon Bantuan, serta Batalyon Mekanis.
“Untuk rekrutmen pasukan, yang pertama adalah tes kesehatan. Tentunya memiliki kesehatan yang baik, fisik yang baik, dan psikologi juga,” kata Agus usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (24/11/2025).
Selain personel, TNI juga menyiapkan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung misi perdamaian.
Di antaranya pesawat angkut C-130 Hercules, helikopter, serta dua Kapal Rumah Sakit lengkap dengan fasilitas medis dan helikopter pendukung.
Baca tanpa iklan