News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Suriah

Satu Tahun setelah Jatuhnya Assad, Apa Saja yang Berubah di Suriah?

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MASA DEPAN SURIAH - Fadi Mohammed Sbeqji mengemasi barang-barangnya saat membongkar tendanya di sebuah kamp di Khirbet al-Joz, provinsi Idlib barat laut, Suriah, 20 November 2025. Setahun setelah tumbangnya rezim Bashar al-Assad, ekonomi Suriah perlahan pulih, tetapi masalah keamanan masih terus mengintai.


TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 8 Desember 2025 menandai satu tahun sejak jatuhnya diktator Suriah Bashar al-Assad.

Keluarga Assad sebelumnya telah memerintah Suriah selama lebih dari 50 tahun.

Hafez Assad sang ayah berkuasa sejak 1971.

Setelah ia wafat, kekuasaan dilanjutkan oleh putranya, Bashar, pada tahun 2000.

Pemerintahan otokratis Assad memicu pemberontakan rakyat pada 2011, yang kemudian berubah menjadi perang saudara selama hampir 14 tahun.

Namun pada 8 Desember 2024, serangan kilat yang dipimpin kelompok milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menyebabkan rezim Assad tumbang dengan perlawanan yang sangat minim.

Assad dan keluarganya kemudian melarikan diri ke Rusia.

Pada Januari 2025, ketua HTS, Ahmad al-Sharaa, ditunjuk sebagai presiden sementara Suriah.

Kini setahun berlalu, apa saja yang sudah dan belum berhasil dicapai Suriah?

Berikut rangkumannya, dilansir DW.

Keamanan dan Stabilitas

Suriah kini tidak lagi menghadapi bom barel yang dijatuhkan dari helikopter atau serangan udara Rusia terhadap fasilitas medis.

Namun, sebagaimana disampaikan dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) pada November, Suriah masih berjuang menghadapi kondisi keamanan yang terfragmentasi.

Baca juga: Presiden Suriah Al-Sharaa Kecam Agresi Israel dan Bahas Pemilu 5 Tahun

Ibu kota Damaskus relatif tenang.

Menurut Syria Weekly, tingkat kekerasan juga menurun.

Meski demikian, bentrokan antara pasukan keamanan pemerintah baru dengan kelompok lain, termasuk komunitas Kurdi dan Druze Suriah, masih terjadi, menurut laporan DK PBB.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini