Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Rektor Universitas IPB, Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, MSi menyampaikan harapannya House of Handicraft Indonesia in Tokyo (HHT) bisa menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global.
“HHT ini merupakan wadah yang sangat luar biasa di Tokyo, Jepang, karena bisa membuka akses pasar baru bagi UMKM Indonesia ke pasar Jepang,” papar Alim kepada Tribunnews.com, Senin (8/12/2025).
Dengan adanya HHT, Alim yakin pemasaran produk UMKM Indonesia, khususnya handicraft, akan semakin mudah menembus pasar internasional.
“Bukan hanya pasar Jepang, tetapi melalui keberadaan HHT ini UMKM dapat masuk ke pasar global. Hal ini bisa menjadi motivasi besar bagi UMKM Indonesia untuk meningkatkan mutu produknya,” jelasnya.
Dengan kualitas terbaik, peluang produk UMKM Indonesia memasuki pasar dunia menjadi semakin besar.
Baca juga: QRIS Dinilai Dukung Digitalisasi UMKM dan Transformasi Ekonomi Indonesia
Para pelaku UMKM pun diyakini akan terus berlomba menghadirkan produk unggulan untuk memperkuat eksistensi mereka di kancah global melalui Jepang.
Alim juga menilai HHT akan menjadi hub atau jembatan yang efektif bagi UMKM Indonesia yang ingin mempenetrasi pasar dunia lewat Jepang.
Melalui HHT, produk UMKM dapat disimpan sebagai stok gudang.
Jika ingin berpameran di negara lain, produk dapat dikirim dari Jepang ke Amerika Serikat, misalnya.
Setelah pameran, barang dapat kembali ke Jepang dengan proses kepabeanan yang mudah, kemudian disimpan sementara di gudang HHT.
Kehangatan budaya Indonesia turut hadir lebih dekat di Jepang melalui House of Handicraft Indonesia in Tokyo, sebuah ruang promosi dan galeri yang juga berfungsi sebagai kantor UMKM Indonesia di Jepang.
Tempat ini menampilkan karya terbaik pengrajin dari berbagai daerah di tanah air.
Berlokasi di Tokyo, HHT menjadi jembatan baru antara Jepang dan Indonesia dalam seni, budaya, dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat Jepang maupun diaspora Indonesia untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya Nusantara.
“Misi kami sederhana: menghadirkan karya terbaik pengrajin Indonesia langsung kepada masyarakat Jepang,” ujar pihak penyelenggara.
Baca tanpa iklan