News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Thailand Vs Kamboja

Perang Meletus, 100.000 Warga Kamboja Angkat Kaki Tinggalkan Rumah

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WARGA MENGUNGSI - Seorang ibu menggendong bayinya saat bersembunyi di selokan di perbatasan Kamboja–Thailand, di tengah konflik yang memaksa lebih dari 100.000 warga mengungsi.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja memasuki fase paling berbahaya dalam satu dekade terakhir, memaksa ratusan warga angkat kaki dari wilayahnya.

Setidaknya lebih dari 100.000 warga Kamboja terpaksa mengungsi pada Rabu (10/12/2025) setelah konflik bersenjata kembali pecah di wilayah sengketa yang telah diperebutkan selama seabad.

Adapun wilayah sengketa yang dimaksud merujuk pada area di sekitar Kuil Preah Vihear, sebuah kompleks candi bersejarah yang terletak di perbatasan Thailand–Kamboja.

Zona ini telah lama menjadi titik panas karena kedua negara mengklaim kepemilikan atas sebagian wilayah di sekitar kuil, terutama daerah penyangga dan tebing curam di sisi utara kompleks.

Meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) pada 1962 menetapkan bahwa kuil berada di wilayah Kamboja, wilayah di sekelilingnya termasuk area kecil seluas sekitar 4,6 km2 tetap menjadi sumber perselisihan.

Sengketa inilah yang memicu bentrokan berkala, bahkan beberapa hari terakhir ledakan artileri, serangan udara, dan tembakan drone terdengar bersahutan dari arah kompleks kuil kuno yang menjadi pusat klaim kedua negara.

Situasi tersebut yang kemudian mendorong masyarakat sipil melarikan diri ke pagoda, sekolah, rumah kerabat, dan tempat perlindungan darurat lainnya.

Di Samraong, Kamboja barat laut, jurnalis AFP melaporkan deretan keluarga meninggalkan pagoda tempat mereka berlindung sejak Senin (8/12/2025).

Suasana berubah kacau ketika otoritas memperingatkan bahwa lokasi itu sudah tidak aman lagi setelah pesawat tempur Thailand terbang rendah di sekitar area tersebut.

“Kami harus pergi sekarang. Tempat ini bisa kena serangan,” ujar Seut Soeung, 30 tahun, sambil menepi di pinggir jalan bersama keluarganya dan tumpukan barang seadanya.

Thailand Mulai Evakuasi Warga

Tak hanya di Kamboja, otoritas Thailand juga melaporkan perpindahan penduduk dari beberapa desa di Provinsi Si Sa Ket dan Surin yang berada dekat garis tembak.

Pemerintah Thailand belum merilis angka pasti, tetapi pejabat keamanan setempat memperkirakan 3.000 hingga 5.000 warga telah meninggalkan rumah mereka sejak serangan artileri mulai merembet ke permukiman yang berdekatan dengan area sengketa Preah Vihear.

Meski sebagian warga konflik ini bukan pengalaman pertama. Niam Poda, petani tebu 62 tahun dari Sa Kaeo, Thailand, mengatakan ia terpaksa mengungsi untuk kedua kalinya dalam lima bulan.

“Saya sedang mencuci pakaian ketika ledakan besar terdengar. Saya hanya sempat mengambil beberapa baju. Saya berharap bisa kembali mengurus tebu saya dengan tenang,” katanya.

Otoritas lokal menyebutkan saat ini jumlah pengungsi tidak sebesar di Kamboja, akan tetapi perpindahan tersebut menunjukkan eskalasi serius di lapangan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini