TRIBUNNEWS.COM - Meningkatnya intensitas serangan Thailand ke Kamboja pada awal pekan ini membuat armada militer milik Negeri Gajah Putih jadi sorotan dunia internasional.
Perhatian khusus juga diberikan oleh para pengamat militer internasional yang menilai bahwa serangan ke Kamboja tersebut secara tidak langsung menjadi ajang unjuk gigi kemampuan armada pertahanan Thailand.
Hal ini bisa dilihat dari manuver militer Kerajaan Thailand terutama dari divisi Angkatan Udara yang menerjunkan sejumlah jet tempur F-16 untuk memborbardir Kamboja.
Selain jet tempur F-16, Thailand ternyata juga memiliki kartu as dari divisi Angkatan Darat yang kekuatannya belum dipamerkan sepenuhnya dalam serangan ke Kamboja saat ini.
Adapun kartu as yang dimaksud ini adalah armada kendaraan peluncur roket massal D11A milik Angkatan Darat Kerajaan Thailand.
Dikutip dari Thairath, D11A merupakan proyek pengembangan sistem peluncur serba guna/peluru kendali balistik taktis (TBM) hasil kolaborasi antara Thailand dan Israel.
Artileri ini sendiri adalah karya militer bersama antara Institut Teknologi Pertahanan Thailand (DTI) dan perusahaan asal Israel, Elbit Systems.
Sistem D11A ini dikembangkan dengan acuan dari sistem PULS MLRS (Precise & Universal Launching System Multiple Launch Rocket System), yang kini dikenal sebagai "Lynx".
Melalui kolaborasi dengan Israel ini, D11A mampu dikembangkan Thailand hingga dapat meluncurkan berbagai jenis roket dan peluru kendali hingga jangkauan 300–450 kilometer.
Sistem ini dapat menembakkan roket tidak terpandu maupun terpandu, termasuk peluru kendali jelajah yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan atau dimodifikasi dengan hulu ledak guna menghancurkan peluru kendali musuh.
Melalui luwesnya modifikasi pada D11A ini, Angkatan Darat Kerajaan Thailand bisa melakukan operasi pengawasan dini sekaligus penghancuran tepat sasaran setelah terdeteksi.
Peluncur roket serba guna D11A juga mampu menembakkan lima jenis roket.
Baca juga: Kamboja Resmi Cabut Seluruh Kontingen Atletnya dari SEA Games 2025 Thailand
Bila D11A menggunakan roket ukuran 122 mm, jangkauan bisa mencapai jarak rata-rata 40 km,
Sementara itu, roket ukuran 306 mm bisa mencapai jarak rata-rata 150 km sedangkan ukuran 170 mm dapat menempuh jarak rata-rata 300 km.
Adapun melalui teknologi yang dikolaboraksikani bersama Elbit Systems, D11A sempat mencatatkan rekor jarak hingga maksimal lebih dari 450 km.
Baca tanpa iklan