Namun, sang anak menderita penyakit genetik langka yang hanya dialami kurang dari 30 orang di dunia.
Sementara sang suami bekerja, Nemu memikul tanggung jawab penuh untuk merawat anaknya sendiri di rumah.
Kehidupan Nemu kemudian berubah ketika ia menemukan alat kontrasepsi dan beberapa obat dewasa di dalam tas suaminya.
Ia juga melihat banyak notifikasi di ponsel suaminya yang ternyata berasal dari aplikasi kencan.
Sang suami mengakui bahwa ia berselingkuh karena merasa tertekan dengan pekerjaannya.
Ia bahkan tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya.
“Saya mengatasi stres saya di luar, saya tidak membawanya ke rumah,” ujar sang suami.
4. Kremlin Tak Mau Eropa Terlibat Pembicaraan soal Perang Rusia-Ukraina
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan Rusia menentang partisipasi Eropa dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina berdasarkan proposal yang diajukan AS.
“Partisipasi Eropa, dalam hal penerimaan, bukanlah pertanda baik,” kata Dmitry Peskov, Selasa (16/12/2025), seperti diberitakan Izvestia.
Ia juga mengatakan Rusia belum diberitahu tentang hasil pembicaraan terbaru antara Zelenskyy dan para pemimpin Eropa yang dilaksanakan di Berlin, Jerman pada hari Senin (15/12/2025).
Sebelum putaran pembicaraan baru antara Rusia dan Amerika Serikat dapat berlangsung, Rusia perlu memahami hasil konsultasi yang diadakan oleh AS, Ukraina, dan negara-negara Eropa di Berlin pada 14-15 Desember 2025.
"Pertama-tama kita perlu melihat apa yang dihasilkan dari pembicaraan yang dilakukan Amerika dengan Ukraina dengan partisipasi Eropa," kata Dmitry Peskov, ketika ditanya kapan putaran negosiasi Rusia-AS berikutnya dapat diharapkan, dikutip dari Pravda.
Perwakilan Ukraina termasuk Presidennya, Volodymyr Zelenskyy, bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan timnya serta para pemimpin Eropa di Berlin pada hari Minggu dan Senin.
Pertemuan itu membahas proposal perdamaian yang diajukan AS dan upaya untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
Baca tanpa iklan