News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Venezuela Siaga, Maduro Minta Bantuan Kolombia Hadapi Tekanan AS

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN VENEZUELA DIBURU - Tangkapan layar YouTube CNN-News18 pada Sabtu (9/8/2025) menampilkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Trump Gandakan Hadiah Menjadi $50 Juta untuk Penangkapan Presiden Venezuela. Merespon ancaman Trump, Maduro minta solidaritas militer Kolombia, namun Bogotá pilih hati-hati, sementara ketegangan kawasan Amerika Latin memanas.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengeluarkan seruan mendesak kepada Kolombia untuk membangun solidaritas militer.

Pernyataan itu disampaikan Maduro menyusul meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington yang disebutnya telah mencapai titik kritis.

Terlebih belakangan ini Washington semakin meningkatkan tekanan terhadap Caracas, termasuk ancaman untuk menetapkan pemerintahan Maduro sebagai Organisasi Teroris Asing (Foreign Terrorist Organization/FTO).

Tak hanya itu Presiden AS Donald Trump juga kerap mengerahkan kekuatan militer besar di sekitar kawasan Amerika Selatan.

Bagi Maduro, langkah-langkah ini dipandang sebagai sinyal eskalasi yang berpotensi membuka jalan bagi intervensi militer asing terhadap Venezuela.

Oleh karena itu pemerintah Maduro meminta Kolombia menjadi aktor kunci, mengingat  negara tersebut berbatasan langsung dengan Venezuela dan secara historis kerap dijadikan titik strategis dalam dinamika keamanan regional.

Maduro menilai jika Kolombia bersikap netral atau justru berpihak pada Washington, maka wilayah perbatasan berisiko menjadi jalur tekanan militer atau logistik terhadap Venezuela.

Selain itu Maduro juga ingin membangun front regional anti-intervensi.

Dengan menggandeng Kolombia, negara yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan tegang dengan Caracas Maduro ingin menunjukkan bahwa ancaman terhadap Venezuela bukan sekadar isu bilateral dengan AS, melainkan persoalan kedaulatan Amerika Latin secara kolektif.

Dalam narasinya, persatuan militer regional dianggap sebagai “jaminan terbesar” untuk menjaga perdamaian dan mencegah skenario perubahan rezim yang didukung kekuatan asing.

Baca juga: Trump Akui Tak Butuh Persetujuan Kongres untuk Serang Venezuela, Tanggapi soal Kartel Narkoba

Melalui cara ini Maduro berupaya mengonsolidasikan dukungan internal dengan menampilkan dirinya sebagai pemimpin yang siap menghadapi ancaman eksternal.

Dengan mengangkat isu kolonialisme, perampasan sumber daya, dan kedaulatan nasional, Maduro memosisikan konflik dengan AS sebagai perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara, sekaligus menggalang solidaritas regional sebagai tameng politik dan militer.

Kolombia Belum Buka Suara

Terkait respons Kolombia, hingga kini pemerintah Kolombia belum menyatakan kesediaan untuk memenuhi seruan Maduro tersebut.

Secara resmi, Bogotá cenderung mengambil sikap hati-hati. Pemerintah Kolombia menegaskan komitmennya pada stabilitas regional, prinsip non-intervensi, dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik, tanpa secara terbuka mendukung aliansi militer dengan Venezuela.

Kolombia juga berada dalam posisi sensitif karena hubungan strategisnya dengan Amerika Serikat, baik di bidang keamanan maupun ekonomi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini