Ringkasan Berita:
- Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api Jepang.
- Sebuah mobil kecil terbakar setelah terdorong ke lintasan rel dan dihantam kereta ekspres di Kyoto, menewaskan pengemudinya
- Insiden ini menyoroti bahaya besar di perlintasan sebidang meski sistem keselamatan telah tersedia.
TRIBUNNEWS.COM, KYOTO – Kecelakaan kereta api terjadi di Kyoto, Jepang, Sabtu (20/12/2025). Sebuah mobil kecil (kei car) terbakar hebat setelah dihantam kereta ekspres di perlintasan Kintetsu Kyoto Line dekat Stasiun Shin-Hosono, Kota Seika, Prefektur Kyoto. Pengemudi mobil tersebut dilaporkan tewas dalam kondisi terbakar.
Menurut Kepolisian Prefektur Kyoto dan petugas pemadam kebakaran, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Kereta ekspres empat gerbong yang melaju dari Kyoto menuju Kashihara Jingu-mae menabrak mobil yang masuk ke lintasan rel saat palang perlintasan telah tertutup.
“Mobil yang berada di lintasan dihantam kereta ekspres hingga terseret dan terbakar. Pengemudinya meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang.
Hasil penyelidikan awal mengungkap, mobil tersebut sebelumnya ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain yang berhenti di depan palang perlintasan. Akibat benturan itu, mobil terdorong masuk ke area rel tepat saat kereta melintas.
Baca juga: Periode Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Hias Kereta hingga Stasiun, Tiket Sudah Terjual 2,10 Juta
Pada waktu bersamaan, kereta ekspres yang datang dari arah selatan tidak sempat berhenti meski masinis telah melakukan pengereman darurat.
“Saya sudah menginjak rem, tetapi jarak terlalu dekat untuk menghindari kendaraan di lintasan,” ujar masinis kepada penyelidik.
Benturan keras membuat mobil terseret sekitar 200 meter sebelum akhirnya terbakar. Api sempat merembet ke bagian depan kereta ekspres serta mengenai sisi samping kereta cepat (rapid train) yang baru saja berangkat dari Stasiun Shin-Hosono.
Pengemudi mobil lain yang sempat ditabrak dari belakang berhasil mengemudikan kendaraannya keluar dari perlintasan dan selamat dari kecelakaan maut tersebut.
Petugas pemadam kebakaran segera melakukan pemadaman dan api berhasil dikendalikan sekitar 50 menit kemudian. Meski insiden melibatkan dua rangkaian kereta, sekitar 580 penumpang dilaporkan tidak mengalami luka.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk faktor keselamatan di perlintasan sebidang dan kronologi detail bagaimana mobil bisa terdorong ke lintasan saat palang sudah tertutup.
Insiden ini kembali menegaskan tingginya risiko kecelakaan di perlintasan kereta api serta pentingnya kewaspadaan penuh bagi pengemudi.
Diskusi perkeretaapian di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan