TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China secara tegas mengecam Amerika Serikat (AS) atas tindakan yang disebut sebagai “penyitaan sewenang-wenang” terhadap kapal-kapal negara lain di wilayah Karibia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian menilai tindakan AS yang mencegat dan menyita kapal tanker minyak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Praktik AS yang secara sewenang-wenang menyita kapal negara lain merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional,” ujar Lin Jian, mengutip dari Anadolu.
Lebih lanjut, Beijing juga menyoroti penggunaan kekuatan negara dalam penegakan sanksi sebagai bentuk unilateralisme dan intimidasi.
China menilai praktik tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya, di mana negara kuat dapat secara sepihak menegakkan kebijakannya sendiri di wilayah internasional tanpa persetujuan komunitas global.
Terlebih karena hukum internasional secara tegas melindungi prinsip kebebasan navigasi dan kedaulatan negara, termasuk hak kapal dagang untuk berlayar tanpa gangguan di laut lepas.
Menurutnya, Venezuela merupakan negara berdaulat, memiliki hak penuh untuk mengelola sumber daya alamnya dan menjalin kerja sama ekonomi dengan negara lain tanpa tekanan eksternal.
Upaya AS mencegat kapal tanker yang hendak memuat atau mengangkut minyak Venezuela dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak ekonomi dan kedaulatan nasional negara tersebut.
Selain aspek hukum, China juga menilai tindakan AS berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Karibia.
Penyitaan kapal secara sepihak dinilai dapat memicu eskalasi konflik, mengganggu jalur perdagangan internasional, serta berdampak langsung pada stabilitas energi global.
Beijing menekankan bahwa penyelesaian sengketa internasional seharusnya ditempuh melalui dialog dan mekanisme multilateral, bukan melalui tekanan militer atau penegakan hukum sepihak.
Baca juga: Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Trump Umumkan Kebijakan Blokade Total
Sikap keras Beijing ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas terkait sanksi minyak terhadap Venezuela.
Pemerintahan Trump menilai Venezuela mengalami kemunduran demokrasi yang serius, ditandai dengan pemilu yang dianggap tidak bebas dan adil, pembatasan oposisi, serta konsentrasi kekuasaan di tangan Maduro.
Selain isu demokrasi, Trump juga menuding Maduro terlibat dalam korupsi besar-besaran dan kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan narkoba.
Pemerintah AS menuduh elite Venezuela memanfaatkan negara dan aparat keamanan untuk melindungi jaringan narkotika internasional yang menyasar pasar Amerika.
Baca tanpa iklan