Tuduhan inilah yang menjadi dasar utama Trump memberlakukan sanksi ekonomi secara bertahap sejak masa jabatan pertamanya.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa blokade tersebut ditujukan pada kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari Venezuela serta kapal yang dianggap membantu perdagangan minyak negara itu.
Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memerangi korupsi, kejahatan lintas negara, dan perdagangan narkoba, yang menurut Washington memiliki keterkaitan dengan elite kekuasaan di Caracas.
AS juga mengklaim bahwa pendapatan dari sektor minyak digunakan untuk mempertahankan kekuasaan Maduro, bukan untuk kesejahteraan rakyat Venezuela.
Dalam pandangan AS, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah yang lebih keras dan langsung di lapangan.
Alasan itu yang mendorong AS untuk memberlakukan blokade total. Setelah pengumuman blokade, Penjaga Pantai dan otoritas maritim AS mulai meningkatkan operasi di kawasan Karibia.
Sejumlah kapal tanker yang dikaitkan dengan perdagangan minyak Venezuela dicegat, diperiksa, bahkan disita.
Langkah ini menandai perubahan dari sanksi finansial dan diplomatik ke tindakan penegakan langsung di laut, yang segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan