News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Trump Perketat Tekanan ke Venezuela, Minyak dan Kapal Sitaan Tak Akan Dikembalikan

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRUMP DI IOWA - Gambar diambil dari Facebook The White House pada Jumat (4/7/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungannya ke Iowa pada Kamis (3/7/2025). Trump ogah kembalikan minyak dan kapal sitaan Venezuela. tegaskan sikap keras meski Maduro minta PBB turun tangan di tengah memanasnya Karibia.

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan mengembalikan minyak mentah maupun kapal-kapal tanker yang disita di lepas pantai Venezuela.

Trump menyatakan bahwa aset-aset tersebut akan tetap berada di bawah kendali Washington, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Karibia dan kebijakan tekanan maksimum terhadap pemerintah Venezuela.

“Kita akan menyimpannya. Mungkin kita akan menjualnya, mungkin kita akan menyimpannya. Mungkin kita akan menggunakannya di Cadangan Strategis. Kita juga akan menyimpan kapal-kapal itu,” ujar Trump kepada wartawan di Florida, dilansir Anadolu.

Trump menilai kapal-kapal tanker tersebut terlibat dalam aktivitas perdagangan minyak yang melanggar rezim sanksi, yang selama ini diberlakukan untuk menekan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Oleh karena itu, ia menganggap tidak ada kewajiban hukum maupun politik untuk mengembalikannya.

Alasan utama lainnya berkaitan dengan strategi ekonomi dan energi Amerika Serikat. 

Trump membuka kemungkinan bahwa minyak sitaan tersebut dapat dijual, disimpan, atau bahkan dimanfaatkan untuk Cadangan Strategis Minyak AS.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memaksimalkan nilai strategis dari aset yang telah disita, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Operasi Militer Tekan Penyelundupan Narkoba

Selain faktor ekonomi, Washington mengaitkan kebijakan ini dengan isu keamanan dan pemberantasan narkoba.

Pemerintahan Trump menuding Venezuela sebagai salah satu jalur utama penyelundupan narkotika ke Amerika Serikat melalui laut.

Baca juga: Rusia Dukung Penuh Venezuela Hadapi Blokade dan Tekanan Militer AS di Laut Karibia

Dengan menahan kapal-kapal tanker dan meningkatkan patroli maritim, AS mengklaim berhasil menurunkan arus narkoba secara signifikan hingga 96,2 persen.

“Kita menyelamatkan 25.000 nyawa setiap kali kita melumpuhkan sebuah perahu. Lebih dari 96 persen berhasil dihentikan melalui laut,” katanya.

Penahanan kapal sitaan dipandang sebagai bagian dari operasi laut yang lebih luas untuk memutus jaringan kriminal lintas negara.

Di sisi lain, keputusan menahan aset Venezuela juga berfungsi sebagai sinyal politik. Amerika Serikat ingin menunjukkan bahwa kebijakan blokade dan penyitaan tidak bersifat simbolis, melainkan nyata dan memiliki konsekuensi langsung.

Dengan tidak mengembalikan minyak dan kapal, Washington berharap dapat mempersempit ruang gerak ekonomi pemerintah Venezuela, sekaligus memberi peringatan kepada pihak lain agar tidak melanggar sanksi yang berlaku.

Presiden Venezuela Minta Tolong ke PBB

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini