TRIBUNNEWS.COM – Seorang pakar angkatan laut China memberikan tanggapan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencananya membangun serangkaian kapal perang besar “kelas Trump” yang disebut akan menjadi inti dari Golden Fleet atau “Armada Emas” Angkatan Laut AS.
Mengutip Newsweek, dalam konferensi pers di resor miliknya di Mar-a-Lago pada Senin (22/12/2025) malam waktu setempat, Trump menyebut kapal “kelas Trump” sebagai kapal tercepat, terbesar, dan diklaim 100 kali lebih kuat dibandingkan kapal perang mana pun yang pernah ada.
Mengutip London Maritime Academy, istilah "kelas" kapal merujuk pada kelompok kapal yang memiliki kesamaan dalam struktur, ukuran, bobot, serta kemampuan operasional, bukan pada satu kapal tunggal.
Secara historis, istilah kapal perang (battleship) mengacu pada kapal besar berlapis baja tebal yang mencapai puncak popularitasnya selama Perang Dunia II.
Namun, jenis kapal ini kehilangan pamor pada dekade-dekade berikutnya seiring dominasi kapal induk dan rudal jelajah.
Amerika Serikat menonaktifkan kapal perang kelas Iowa terakhir yang masih tersisa pada awal 1990-an.
Kapal-kapal kelas Trump yang baru direncanakan akan dipersenjatai dengan rudal hipersonik, meriam rel, laser berdaya tinggi, serta rudal jelajah nuklir, teknologi yang masih berada dalam berbagai tahap pengembangan oleh Angkatan Laut AS.
Dalam wawancara dengan media pemerintah China, Global Times, Zhang Junshe, peneliti di Institut Penelitian Akademik Militer Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, menilai bahwa rencana tersebut secara efektif akan menciptakan jenis kapal perang baru, yang terpisah dari kapal perang tradisional yang mengandalkan meriam kaliber besar.
“Ukuran kapal perang yang sangat besar justru membuatnya lebih rentan dan berpotensi menjadi sasaran yang lebih mudah, terutama ketika kapal tersebut sarat dengan amunisi,” ujar Zhang, seperti dikutip Global Times.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi industri pembuatan kapal Amerika Serikat yang tengah mengalami penurunan dapat menjadi beban tambahan bagi realisasi proyek tersebut.
“Pengumuman proyek semacam ini mungkin bertujuan menghidupkan kembali industri pembuatan kapal, tetapi kita harus menunggu dan melihat apakah rencana ini benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.
Baca juga: Donald Trump Meluncurkan Kelas Kapal Perang Baru, Dinamai Berdasarkan Namanya Sendiri
Menurut situs web baru Angkatan Laut AS untuk Armada Emas, kapal kelas Trump akan memiliki ukuran yang sebanding dengan kapal kelas Iowa, dengan panjang sekitar 840 hingga 880 kaki.
Namun, bobotnya disebut lebih ringan, yakni sekitar 35.000 ton, dibandingkan 48.000 ton milik kapal-kapal kelas Iowa.
Sejumlah analis mempertanyakan keberlanjutan jangka panjang kapal permukaan berukuran besar, seperti kapal induk dan kapal perang berat, di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang dikembangkan China, termasuk rudal hipersonik yang sulit dicegat serta penggunaan kawanan drone.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Trump mengatakan dua kapal, termasuk kapal pertama kelas Trump bernama USS Defiant, telah dipesan dan akan diikuti oleh delapan kapal lainnya.
Baca tanpa iklan