News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Usai 2 Tahun Suasana Natal Suram, Bethlehem Kembali Hidup dan Wisatawan Padati Kota Suci

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NATAL DI BETLEHEM - Kota suci Betlehem di Tepi Barat menyalakan pohon Natal raksasa di Manger Square pada Sabtu (6/12/2025). Usai dua Natal sunyi akibat perang, Bethlehem kembali merayakan Natal. Wisatawan mulai datang, hotel terisi hingga 80 persen, harapan perlahan bangkit di kota suci.

TRIBUNNEW.COM - Kota Bethlehem kembali menggelar perayaan Natal untuk pertama kalinya setelah dua tahun terhenti akibat perang Gaza.

Dengan berlakunya gencatan senjata yang rapuh, Kota Suci di Tepi Barat yang diduduki Israel itu mulai menghidupkan kembali tradisi Natal secara terbatas namun penuh makna.

Mengutip CNA, perayaan ditandai dengan menyalanya lampu pohon Natal ikonik di Lapangan Palungan, tepat di depan Gereja Kelahiran Yesus pada 6 Desember 2025.

Momen ini menjadi simbol kembalinya kehidupan publik di kota yang selama dua tahun terakhir diliputi ketegangan dan kesuraman akibat konflik bersenjata pada Oktober 2023 yang memicu eskalasi kekerasan di wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat.

Hingga membuat perayaan publik dibatalkan, dekorasi kota ditiadakan, dan ribuan peziarah yang biasanya memadati kota setiap Desember tidak datang.

Meski otoritas setempat menegaskan konflik belum sepenuhnya berakhir, ketenangan relatif dalam beberapa pekan terakhir memungkinkan digelarnya kembali sejumlah kegiatan Natal.

Pemerintah kota menyebut perayaan tahun ini dilakukan secara hati-hati, dengan fokus pada aspek keagamaan dan budaya, bukan keramaian massal.

Pastor Issa Thaljieh, pendeta Ortodoks Yunani di Gereja Kelahiran Yesus, mengatakan bahwa Natal di Bethlehem memiliki arti penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia.

“Bethlehem adalah tempat lahirnya pesan damai,” ujarnya. “Merayakan Natal di sini, meski sederhana, adalah cara kami mempertahankan harapan di tengah penderitaan.”

Baca juga: Khotbah Natal Pertama Paus Leo XIV: Kecam Kondisi Warga Palestina di Gaza

Pariwisata Mulai Pulih

Kembalinya perayaan Natal membawa dampak langsung terhadap sektor pariwisata, yang menjadi tulang punggung ekonomi Bethlehem.

Wali Kota Maher Canawati menyebut lebih dari 85 persen pendapatan warga bergantung pada pariwisata, dan absennya wisatawan selama dua tahun telah menciptakan krisis ekonomi serius.

“Tahun-tahun terakhir sangat berat bagi kota ini,” kata Canawati.

“Namun sekarang hotel, restoran, toko, dan tempat-tempat suci sudah kembali dibuka. Kami siap menerima pengunjung.”

Menurut Kementerian Pariwisata Palestina, tingkat hunian hotel sejak awal tahun hanya mencapai 25 persen.

Kepala Asosiasi Hotel Palestina, Elias al-Arja, menyebut kerugian hotel mencapai 300 juta dolar AS tahun ini. Namun, dimulainya kembali perayaan Natal membawa harapan baru.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini