Didukung mesin turbofan afterburning Klimov RD-93MA buatan Rusia yang menghasilkan daya dorong hingga 91,2 kilonewton, JF-17 Block 3 mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 1,8 atau sekitar 1.910 kilometer per jam, dengan ketinggian operasional hingga 55.500 kaki.
Radius tempur pesawat ini mencapai 900 kilometer dengan bahan bakar internal, dan dapat diperluas hingga 1.741 kilometer dengan penggunaan tangki bahan bakar eksternal.
Kemampuan tersebut memberikan daya tahan operasional yang memadai untuk misi serangan maupun patroli jarak menengah.
Rasio dorong terhadap berat sebesar 1,07 memberikan keunggulan dalam akselerasi vertikal, memungkinkan pesawat mempertahankan energi dan manuverabilitas tinggi dalam pertempuran udara jarak dekat.
Keunggulan ini menjadikan JF-17 Block 3 mampu menantang pesawat tempur yang lebih berat, seperti Su-30MKI dan Rafale, khususnya dalam skenario pertempuran berkelanjutan.
Kombinasi kelincahan dan efisiensi energi tersebut menempatkan JF-17 sebagai platform tempur yang kompetitif bagi angkatan udara yang mengutamakan efektivitas biaya tanpa mengorbankan kemampuan tempur.
Catatan Operasional dan Dampak Regional
JF-17 Block 3 telah menjalani sejumlah penugasan operasional yang menunjukkan tingkat kesiapan tempurnya.
Pada awal 2024, pesawat ini dilaporkan digunakan dalam operasi terbatas di wilayah Iran dan Afghanistan, menunjukkan kapabilitas serangan presisi jarak jauh.
Selama meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan pada Mei 2025, pesawat ini disebut-sebut terlibat dalam misi penindasan terhadap sistem pertahanan udara S-400 India.
Meski belum dikonfirmasi secara resmi, laporan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan Angkatan Udara Pakistan terhadap kemampuan operasional JF-17 dalam lingkungan berisiko tinggi.
Pengalaman ini semakin memperkuat peran JF-17 sebagai pelengkap strategis bagi armada F-16 Pakistan, memberikan fleksibilitas operasional, tingkat kesiapan tinggi, serta waktu respons yang lebih cepat untuk berbagai misi defensif maupun ofensif.
Secara strategis, kehadiran JF-17 Block 3 turut mengubah keseimbangan kekuatan udara di Asia Selatan.
Baca juga: NATO Sibuk di Malam Natal, Polandia Kerahkan Jet Tempur Cegat Pesawat Pengintai Rusia di Laut Baltik
Pesawat ini menjadi penyeimbang atas kehadiran Rafale F3R milik India serta pengembangan Tejas Mk.2.
Meski Tejas Mk.1A memiliki keunggulan dalam jangkauan tempur, JF-17 Block 3 dinilai unggul dalam aspek radar, jangkauan rudal, dan rasio daya dorong terhadap bobot.
Kombinasi ini menjadikan pesawat tersebut kompetitif dalam berbagai skenario pertempuran modern.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan