News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Sekutu Menjadi Musuh, Arab Saudi dan UEA Kini Berkonflik di Yaman

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONFLIK DI YAMAN - Tentara Dewan Transisi Selatan (STC) meninggalkan provinsi Abyan selatan, Yaman, pada 16 Desember 2020. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang dulu sekutu dalam perang Yaman, kini berkonflik karena mendukung kelompok berbeda. (Str/Xinhua)


TRIBUNNEWS.COM – Satu dekade setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) memimpin operasi militer gabungan untuk mengekang pengaruh Iran di Yaman, kedua sekutu itu kini justru terlibat dalam konfrontasi terbuka.

Dahulu menjadi sekutu erat, kedua negara kini mendukung kelompok-kelompok yang saling berseberangan di Yaman.

Apa yang Terjadi?

Mengutip NDTV, Arab Saudi dan UEA sebelumnya bersekutu, baik secara politik maupun militer.

Ketika Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mulai populer satu dekade lalu, ia kerap dibandingkan dengan penguasa de facto UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed.

Pada 2015, kedua negara juga bersama-sama memimpin intervensi militer di Yaman untuk mengekang pengaruh Iran dengan memerangi kelompok Houthi, yang kala itu telah merebut ibu kota Sana’a.

Kini, hubungan tersebut memburuk.

Kedua negara bersaing memperebutkan pengaruh di Timur Tengah, Afrika, dan kawasan sekitarnya.

Yaman menjadi titik konflik paling rawan.

Ketegangan kembali mencuat pekan ini ketika Arab Saudi menyerang pengiriman kendaraan tempur UEA yang menuju Yaman dan menuduh UEA melakukan tindakan sangat berbahaya yang mengancam keamanan nasional Saudi, lapor CNN.

Siapa yang Berperang dengan Siapa di Dalam Yaman?

Terdapat tiga pihak utama yang terlibat dalam konflik ini, yakni Houthi, Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC), dan Dewan Transisi Selatan (STC).

- Houthi

Sejak Houthi merebut ibu kota Yaman, Sana’a pada 2014, negara itu terpecah ke dalam zona-zona kendali yang saling bersaing, membuka ruang bagi campur tangan kekuatan regional.

IRAN DAN HOUTHI - Pengikut Houthi ikut serta dalam parade untuk memperingati genap 10 tahun pengambilalihan ibu kota Sanaa oleh kelompok tersebut di Al Sabeen Square, Sanaa, Yaman, pada 21 September 2024. (Xinhua/Mohammed Mohammed) (Xinhua/Mohammed Mohammed)

Baca juga: Arab Saudi-UEA Panas di Yaman Seusai STC Rebut Hadramaut, Emir Qatar Turun Tangan Jadi Penengah

Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, merupakan kelompok Islam Syiah yang berbasis di barat laut Yaman.

Setelah merebut ibu kota dengan dukungan publik, Houthi berkembang menjadi kekuatan militer dan politik terkuat di negara tersebut, dengan dukungan pasokan senjata berkelanjutan dari Iran.

Saat ini, mereka menguasai sebagian besar perbatasan barat laut Yaman dengan Arab Saudi serta bentangan penting garis pantai Laut Merah, yang memberi akses ke jalur pelayaran vital, lapor CNN.

- PLC

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini