TRIBUNNEWS.COM - Penembakan massal terjadi di sebuah desa di Negara Bagian Niger, Nigeria pada Sabtu malam lalu (3/1/2025), sehingga menewaskan setidaknya 30 orang.
Tak hanya melakukan penembakan massal, pihak berwenang setempat mengatakan oknum pelaku dikabarkan juga melakukan penculikan sejumlah warga serta menjarah toko-toko yang berada di lokasi kejadian.
Dikutip dari Associated Press, Juru bicara kepolisian negara bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan bahwa kelompok bersenjata tersebut diketahui menyerang Desa Kasuwan-Daji di Distrik Borgu pada Sabtu malam.
Tak hanya melepaskan tembakan ke arah warga desa, pelaku juga membakar pasar lokal serta beberapa rumah.
Namun, jumlah korban tewas terus meningkat berdasarkan laporan dari berbagai sumber.
Menurut dua warga desa sekitar pada Minggu (4/1/2025) jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 37 orang, dan diperkirakan akan bertambah lebih tinggi lagi karena banyak orang masih hilang.
Pastor Stephen Kabirat, juru bicara Gereja Katolik di Keuskupan Kontagora yang lokasinya berdekatan dengan tempat kejadian mengatakan kepada media lokal bahwa setidaknya kelompok bersenjata tersebut telah membunuh lebih dari 40 orang dan menculik banyak warga lainnya, termasuk anak-anak.
Juru bicara kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan bahwa tim darurat saat ini telah dikerahkan untuk membantu korban luka, dan pasukan keamanan terus berupaya menyelamatkan orang-orang yang diculik.
Pihak kepolisian juga mengimbau agar warga tak memenuhi permintaan para pelaku apabila mereka mengajukan uang tebusan.
Membayar uang tebusan kepada kelompok kriminal sendiri adalah tindakan ilegal karena pemerintah Nigeria telah menggolongkan hal tersebut sebagai pendanaan untuk teroris.
Namun demikian, imbauan ini sering diabaikan oleh keluarga atau kerabat korban.
Modus Operandi Serangan
Baca juga: Setahun Konflik Bersenjata Papua, Ratusan Insiden Penembakan Terjadi dan Korban Sipil Bertambah
Terkait kronologi kejadian, sejumlah saksi mata yang telah dimintai keterangan oleh pihak berwajib menyatakan bahwa para pelaku muncul dari hutan di dekat Desa Kasuwan-Daji pada Sabtu malam.
Pelaku kemudian membakar pasar lokal, menjarah toko-toko, dan menculik sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh seorang jurnalis lokal kepada layanan Hausa BBC.
"Para pria bersenjata itu memasuki desa dengan sepeda motor sambil membawa senjata, menggiring warga, kemudian mulai menyembelih mereka, sementara yang lain ditembak mati," ungkap jurnalis tersebut.
Baca tanpa iklan