Ringkasan Berita:
- Seorang suami di China menerima 50 ton ubi jalar dari donor misterius untuk membantu biaya pengobatan istrinya yang menderita leukemia.
- Ia menjual ubi tersebut di lapak pinggir jalan dan menggunakan hasilnya untuk membiayai pengobatan.
- Kisah ini menginspirasi banyak orang karena menampilkan kerja keras, solidaritas, dan kepedulian komunitas.
TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Seorang pria asal China menerima bantuan mengejutkan berupa 50 ton ubi jalar dari donor anonim setelah sang istri didiagnosis leukemia dan membutuhkan biaya pengobatan hingga 2 juta yuan (Rp4,7 miliar).
Pria berusia 35 tahun bernama Jia Changlong, asal Dezhou, Provinsi Shandong, mulai menjual ubi tersebut di lapak pinggir jalan untuk menutupi biaya pengobatan istrinya, Li, 26 tahun, yang kini sedang menjalani pemulihan di rumah setelah perawatan awal leukemia myeloid akut.
Jia menjelaskan, mereka telah menggunakan sekitar 350.000 yuan (Rp839 juta) dari tabungan dan pinjaman keluarga dan teman.
Proses transplantasi sumsum tulang diperkirakan membutuhkan 400.000 yuan (Rp959 juta), dan jika diperlukan obat-obatan khusus, total biaya bisa mencapai 2 juta yuan (Rp4,7 miliar).
Baca juga: Wortel vs Ubi Jalar, Mana Lebih Baik untuk Mata dan Jantung? Ini Penjelasannya
“Semua tabungan dan pinjaman dari teman serta kerabat sudah kami pakai. Saya bahkan sampai menjual komputer saya. Tidak ada lagi yang bisa dijual,” kata Jia.
“Kami hanya ingin bisa melihat anak kami tumbuh bersama,” katanya dikutip dari SCMP, Selasa (6/1/2026).
Setelah kisahnya viral di media sosial, seorang donor bernama Fang, 50 tahun, menghubungi Jia melalui aplikasi pesan dan menawarkan 50 ton ubi.
“Jual ubi ini dan gunakan hasilnya untuk pengobatan istrimu. Aku akan mengirimnya secara bertahap. Cukup cari tempat untuk menyimpannya,” kata Fang.
Karena keterbatasan ruang penyimpanan, pengiriman ubi dilakukan secara bertahap menggunakan truk, dimulai dengan batch pertama sekitar 1.000 kg. Lapak Jia di pasar pagi diberi tanda bertuliskan “Gratitude Charity Sale”, yang menjelaskan kondisi medis sang istri.
Batch pertama ubi ludes terjual pada 25 Desember, menghasilkan sekitar 5.000 yuan (US$700), sementara batch kedua sebanyak 2.000 kg sedang dalam perjalanan.
Jia mengungkapkan rasa terima kasihnya sambil meneteskan air mata: “Pria baik itu seperti sinar cahaya di masa tergelap hidup saya. Saya bahkan tidak tahu bagaimana membalasnya. Terima kasih juga kepada semua warga Jinan yang membeli ubi atau menunjukkan kepedulian.”
Kisah ini menyentuh hati banyak orang di media sosial.
Seorang netizen menulis, “Tindakan pria baik ini memberikan tiga manfaat sekaligus: membantu petani, membuat penerima berkontribusi melalui kerja keras, dan memberi kesempatan bagi orang biasa untuk menolong dengan membeli ubi. Orang yang cerdas dan berhati mulia.
Baca tanpa iklan