News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hadiah Miniatur Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang kepada Prabowo Picu Kontroversi

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Saat Menhan Shinjiro Koizumi menyerahkan miniatur kapal perang Mikasa Jepang kepada Presiden Prabowo (X-Koizumi)

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO –  Pemberian miniatur kapal perang bersejarah Jepang, Battleship Mikasa, oleh Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto memicu perdebatan di Jepang.

Kontroversi muncul setelah Koizumi mengunggah laporan kunjungannya ke Indonesia melalui media sosial pada 13 Juni 2026.

Dalam unggahan tersebut, Koizumi mengungkapkan bahwa saat bertemu Prabowo di kediaman pribadinya di Jakarta, ia membawa miniatur kapal perang Mikasa sebagai hadiah.

"Saya membawa miniatur kapal perang Mikasa dari kampung halaman saya, Yokosuka, sebagai hadiah. Presiden Prabowo, yang berlatar belakang militer dan pernah menjabat Menteri Pertahanan, tampak senang menerimanya," tulis Koizumi.

Kritik di Media Sosial

Unggahan tersebut segera menuai kritik dari sejumlah pengguna media sosial Jepang.

Mereka mempertanyakan sensitivitas historis pemberian simbol militer Jepang kepada Indonesia, negara yang pernah diduduki Jepang selama Perang Dunia II.

Baca juga:  KTT G7 Undang CEO OpenAI, Anthropic, dan Perusahaan AI Jepang, Fokus pada Perlindungan Anak

Komentar yang muncul antara lain menyebut tindakan tersebut sebagai:"Tidak memahami sejarah";  "Terlalu ringan dan kurang peka" dan "Mengabaikan masa lalu agresi Jepang di Asia"

Beberapa kalangan politik dan akademisi Jepang juga mempertanyakan apakah pemerintah telah mempertimbangkan latar belakang sejarah hubungan Jepang–Indonesia sebelum memilih hadiah tersebut.

Latar Belakang Sejarah

Indonesia berada di bawah pendudukan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945 ketika masih merupakan koloni Belanda.

Selama masa pendudukan, banyak penduduk Indonesia direkrut sebagai pekerja paksa atau romusha, yang digunakan untuk membangun berbagai fasilitas militer Jepang. 

Sejarawan memperkirakan jutaan warga Indonesia mengalami penderitaan akibat kerja paksa, kekurangan pangan, penyakit, dan dampak perang lainnya.

Karena itu, sebagian pihak di Jepang menilai penggunaan simbol militer Jepang dalam konteks diplomasi dengan Indonesia perlu dilakukan secara hati-hati.

Apa Itu Kapal Perang Mikasa?

Battleship Mikasa merupakan kapal tempur legendaris Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang menjadi kapal komando Laksamana Togo Heihachiro dalam Russo-Japanese War.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini