News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Saingi Rusia, Inggris Akan Buat Rudal Jarak Jauh 'Nightfall' untuk Ukraina

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INGGRIS MEMPERSENJATAI UKRAINA - Menteri Pertahanan Inggris John Healy (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) dalam kunjungannya ke Ukraina pada Sabtu, 10 Januari 2026. Inggris berupaya mengembangkan rudal balistik jarak jauh yang diberi nama Nightfall untuk Ukraina dalam melawan serangan Rusia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Inggris mengumumkan akan mengembangkan rudal balistik jarak jauh baru untuk Ukraina, dengan proyek bernama "Nightfall".

Pemerintah Inggris resmi meluncurkan kompetisi pada hari Minggu untuk mengembangkan rudal balistik tersebut.

"Sebagai bagian dari proyek Nightfall, Inggris telah mengumumkan kompetisi untuk pengembangan cepat rudal balistik berbasis darat dengan jangkauan lebih dari 500 kilometer, yang dirancang untuk beroperasi dalam kondisi ancaman yang meningkat dan interferensi elektromagnetik yang kuat," kata Kementerian Pertahanan Inggris, Minggu (11/1/2026). 

“Rudal Nightfall akan mampu diluncurkan dari berbagai kendaraan, menembakkan beberapa rudal secara beruntun dengan cepat dan mundur dalam hitungan menit, memungkinkan pasukan Ukraina untuk menyerang target militer utama sebelum pasukan Rusia dapat merespons," lanjutnya.

Rencananya, rudal Nightfall akan diluncurkan dari darat secara cepat, dapat membawa hulu ledak seberat 200 kg hingga jarak lebih dari 500 km, dengan produksi presisi tinggi sebanyak 10 sistem per bulan, dan harga maksimum £800.000 per rudal.

"Tiga tim industri masing-masing akan mendapatkan £9 juta untuk merancang, mengembangkan, dan mengirimkan tiga rudal Nightfall pertama mereka dalam waktu 12 bulan untuk uji tembak," kata kementerian tersebut. 

"Nightfall bertujuan untuk menyediakan Ukraina dengan pilihan serangan jarak jauh yang ampuh dan hemat biaya dengan kontrol ekspor eksternal minimal," jelasnya.

Rudal balistik Ukraina saat ini termasuk Atacms, yang bergantung pada AS, dan Sapsan yang dikembangkan sendiri.

Menteri Pertahanan Inggris John Healy, yang mengunjungi Ukraina pekan ini, mengatakan Putin keliru jika mengira dia bisa terus membombardir Ukraina tanpa hukuman.

Ia mengatakan Inggris bermaksud menyediakan senjata canggih untuk Ukraina yang akan digunakan melawan Rusia, menurut laporan Suspilne.

Baca juga: Sudah 19 Jenderal Rusia Tewas Sejak Invasi Ukraina: Dibidik Sniper hingga Kena Peluru Artileri

Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1419 pada Senin (12/1/2026).

Perang Rusia–Ukraina pecah setelah Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Serangan ini merupakan puncak dari ketegangan panjang yang telah terbangun selama bertahun-tahun antara kedua negara.

Konflik berakar sejak bubarnya Uni Soviet, ketika Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka dengan arah politik dan kepentingan keamanan yang berbeda.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini