Langkah itu bertujuan memutus koordinasi antar demonstran melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
Pemadaman juga dilakukan untuk membatasi penyebaran video bentrokan dan kekerasan dari lapangan.
Selain itu, kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya mengendalikan narasi publik di dalam dan luar negeri.
Meski akses internet dimatikan, aksi protes tidak sepenuhnya mereda.
Baca juga: Teroris Mossad Diklaim Serang Polisi Iran, Israel Akui Agennya Kini Beroperasi di Iran
Pemadaman justru memperparah ketegangan sosial dan menyulitkan warga berkomunikasi dengan keluarga serta layanan publik.
Langkah ini mengulang pola yang pernah diterapkan pemerintah Iran saat menghadapi gelombang protes besar pada 2019 serta 2022–2023.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan