TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan tekad bangsa Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional dari campur tangan asing.
Pernyataan ini disampaikan dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, pada Rabu.
Araghchi memberi tahu mitranya tentang upaya campur tangan asing yang berusaha mengalihkan protes ekonomi damai menjadi kerusuhan melalui unsur perusuh.
Ia juga mengutuk pernyataan provokatif Presiden AS Donald Trump, yang mengancam agresi militer baru terhadap Republik Islam jika protes berlangsung.
Selama pertemuan dengan diplomat yang berbasis di Teheran pada Senin (12/1/2026) kemarin, Araghchi memverifikasi rekaman yang menunjukkan bagaimana perusuh berupaya menimbulkan korban jiwa untuk membuka jalan bagi intervensi asing.
Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tetap waspada, bersatu, dan siap menghadapi teroris serta aktivitas terorisme.
Araghchi menekankan bahwa rakyat Iran akan membela kedaulatan dan keamanan negara dari segala bentuk hasutan dan campur tangan asing.
Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Abdelatty menyatakan keprihatinan atas insiden teror dan menekankan pentingnya kerja sama regional untuk memperkuat stabilitas dan keamanan.
Selain itu, Araghchi juga melakukan percakapan telepon dengan pejabat Turki, Uni Emirat Arab, dan Prancis, menegaskan bahwa situasi di Iran telah tenang.
Ia menilai pernyataan provokatif para pejabat AS sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan dalam negeri Iran dan menegaskan kembali tekad rakyat untuk membela negara, Press TV melaporkan.
Komentar Araghchi muncul di tengah pernyataan berulang dari pejabat Iran bahwa negara itu tetap fokus pada upaya mengatasi masalah ekonomi domestik sambil menghadapi potensi kerusuhan.
Baca juga: Iran Siaga Penuh, Tutup Wilayah Udara Usai AS Kerahkan Jet Tempur ke Qatar
Iran Tutup Wilayah Udara
Dilansir Al Jazeera, Iran telah menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan.
Pengecualian diberikan hanya untuk penerbangan internasional ke dan dari Iran.
Menurut FlightRadar, platform pelacakan penerbangan, Teheran mengeluarkan pemberitahuan bahwa wilayah udara ditutup selama "sedikit lebih dari dua jam".
Baca tanpa iklan