News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Perintahkan Militernya Tarik Personel dari Pangkalan Strategis Timur Tengah, Sinyal Apa?

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN TRUMP - Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih, Kamis (11/12/2025). AS tarik personel dari pangkalan strategis Timur Tengah di tengah ancaman Iran. Langkah pencegahan ini sebagai sinyal kesiapsiagaan jelang eskalasi

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat mulai menarik sebagian personel militernya dari sejumlah pangkalan strategis di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat, yang berbicara dengan syarat anonim pada Kamis (15/1/2026), mengonfirmasi bahwa penarikan personel dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul eskalasi situasi keamanan regional.

"Semua sinyal menunjukkan bahwa serangan AS akan segera terjadi, tetapi itulah juga cara pemerintahan ini bertindak untuk membuat semua orang tetap waspada. Ketidakpastian adalah bagian dari strategi," kata seorang pejabat militer Barat kepada CNA.

Isu penarikan juga turut dikonfirmasi Qatar yang mengatakan bahwa personel AS telah ditarik dari Pangkalan Udara Al Udeid, markas militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah yang terletak 30 kilometer barat daya dari Ibu Kota Qatar, Doha.

Meski demikian, para diplomat menyebut tidak terlihat tanda-tanda evakuasi besar-besaran seperti yang terjadi menjelang serangan rudal Iran pada tahun lalu.

Melainkan sebagai respon menyusul pernyataan sejumlah pejabat Iran yang menegaskan kesiapan Teheran untuk melakukan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Lantaran AS terus ikut campur tangan dan mendukung kerusuhan terorganisir untuk menggulingkan pemerintahan ulama.

Trump Antisipasi Serangan Iran

Lebih lanjut, penarikan tersebut mencerminkan kekhawatiran Washington terhadap kemungkinan benturan militer langsung dengan Iran, yang belakangan semakin vokal mengancam respons keras.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi personel non-esensial dari potensi serangan mendadak.

Baca juga: AS Hentikan Proses Visa Imigran 75 Negara, Termasuk Rusia dan Iran

Dalam praktik militer, pengurangan personel kerap dilakukan ketika sebuah konflik berpotensi meningkat menjadi konfrontasi terbuka, sekaligus memberi ruang bagi penataan ulang kekuatan tempur utama.

Di sisi lain, penarikan ini juga dipahami sebagai sinyal bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Dengan memindahkan sebagian personel, Washington menjaga fleksibilitas operasional jika eskalasi tidak dapat dihindari, sembari mengurangi risiko korban jiwa pada fase awal konflik.

Inggris Susul AS

Langkah pencegahan tidak hanya dilakukan oleh Amerika Serikat, tetapi juga diikuti oleh Inggris.

Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa London telah menarik sebagian personel militernya dari pangkalan udara di Qatar.

Penarikan ini disebut berkaitan langsung dengan meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan, menyusul spekulasi kuat bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Iran.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini