News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Batalkan Serangan ke Iran setelah Dibujuk Negara-negara Arab dan Netanyahu

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BATAL SERANG IRAN - Gambar diunduh dari Facebook The White House, Kamis (9/10/2025), memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 9 Oktober 2025. Trump dilaporkan telah membatalkan serangannya ke Iran setelah dibujuk empat negara Arab dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mengurungkan niatnya untuk melakukan serangan ke Iran.

Keputusan yang diambil oleh Trump ini setelah negara-negara Arab membujuk Presiden AS itu.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump terus menebar ancaman akan menyerang Iran jika rezim itu tetap melakukan pembunuhan terhadap para demonstran.

Setelah itu, empat negara Arab, yakni Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Mesir melakukan lobi kepada Trump.

Para pemimpin negara tersebut meyakinkan Trump untuk menahan diri guna menghindari konflik terbuka yang dapat mengguncang stabilitas kawasan dan berdampak pada ekonomi global.

"Upaya diplomatik menit-menit terakhir dilakukan secara intens untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberikan kesempatan bagi Iran untuk menunjukkan niat baiknya," ungkap seorang pejabat senior Arab Saudi yang enggan disebutkan namanya, mengutip The Times of Israel.

Tak hanya keempat negara Arab yang membujuk Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun juga ikut menahan Presiden AS agar tidak melakukan serangan terhadap Iran.

Netanyahu dikabarkan telah meminta Trump untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran.

Berdasarkan laporan The New York Times yang mengutip seorang pejabat senior AS, Netanyahu meminta Trump untuk "menunda rencana apa pun" terkait serangan militer.

Meski Gedung Putih mengonfirmasi adanya pembicaraan telepon antara kedua pemimpin tersebut pada Rabu (15/1/2026), rincian percakapan tersebut tidak dipublikasikan secara resmi.

Menyusul laporan tersebut, stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan Israel telah menginformasikan pihak AS saat ini mereka tidak mendesak adanya serangan, meskipun tetap akan mendukung keputusan apa pun yang diambil oleh Washington.

Baca juga: Pasukan Khusus Iran Siap Bertindak Tegas, Siaga Hadapi Serangan AS Kapan Saja

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letjen Eyal Zamir, menegaskan militer Israel tetap dalam kondisi siaga tinggi.

"Sangat penting bagi setiap warga Israel untuk mengetahui bahwa IDF terus bersiap untuk membela negara," ujar Zamir.

Bakal Tetap Beri Sanksi Iran

Meskipun ketegangan militer mereda, Washington tidak mengendurkan tekanan ekonominya.

Pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru terhadap sejumlah pejabat keamanan Iran dan jaringan perbankan yang dituduh membantu mendanai tindakan represif terhadap warga sipil.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini