TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha menciptakan dalih untuk melakukan intervensi militer.
Tuduhan Iran tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil "tindakan keras" jika ada penindakan brutal terhadap gelombang demonstrasi yang muncul karena persoalan ekonomi akibat inflasi tinggi dan melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Pengamat militer dan Timur Tengah Yon Machmudi menilai bahwa tudingan dari Iran tersebut masuk akal.
Yon yang menjadi Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam di Universitas Indonesia itu lantas menyinggung aksi militer AS yang belum lama ini menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Tentu tudingan ini menjadi masuk akal kan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari cara-cara yang dilakukan oleh Amerika di dalam mengalahkan atau menggulingkan rezim-rezim yang anti terhadap Amerika atau menjadi ancaman terhadap Amerika."
"Kalau kita lihat bagaimana Amerika mencoba untuk menyelesaikan rezim yang ada di Venezuela itu kan dengan cara menculik presidennya," ujar Yon Machmudi dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Kamis (15/1/2026).
Ia menyebut cara yang digunakan oleh AS di Iran tentu tak seterang benderang seperti yang terjadi di Venezuela karena nantinya bisa memicu respons yang lebih besar.
"Maka cara yang dilakukan adalah masuk dengan memengaruhi para demonstran untuk terus melakukan penentangan terhadap rezim, semakin besar yang terlibat itu kan saya kira menjadi potensi guna menuju kepada pergantian rezim dan itu dilakukan oleh rakyat Iran sendiri," tuturnya.
Pemerintah Diminta Siapkan Opsi Evakuasi WNI
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti situasi keamanan di Iran yang kian memanas akibat gelombang demonstrasi.
Dave meminta pemerintah, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk memprioritaskan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) dan segera menyiapkan opsi evakuasi jika kondisi memburuk.
Menurut Dave, pemantauan intensif harus terus dilakukan oleh pemerintah bersama perwakilan RI di Iran. Ia menegaskan, keselamatan harus selalu menjadi prioritas.
Baca juga: Negara Arab Minta Iran Tak Membalas Kalau AS Menyerang, Israel Desak Trump Tunda Serangan
Sebagai informasi, Komisi I DPR RI membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen.
"Jika situasi di lapangan menunjukkan eskalasi yang membahayakan, maka opsi evakuasi harus dipertimbangkan secara serius dengan koordinasi penuh antara pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di Iran," kata Dave kepada Tribunnews.com, Jumat (16/1/2026).
Di sisi lain, legislator Golkar tersebut pun menyinggung posisi Indonesia terkait dinamika politik yang terjadi di Teheran.
Baca tanpa iklan