TRIBUNNEWS.COM – Presiden Iran memperingatkan bahwa serangan apa pun terhadap pemimpin tertinggi negara itu akan dianggap sebagai deklarasi perang.
Mengutip France24, akses internet sempat kembali pulih di Iran sebelum kembali terputus, kata sebuah lembaga pemantau pada Minggu (18/1/2026).
Warga Iran mengalami pemadaman internet selama setidaknya 10 hari.
Kelompok hak asasi manusia berpendapat pemadaman itu bertujuan menutupi penindakan terhadap protes yang menewaskan ribuan orang.
Demonstrasi yang dimulai pada akhir Desember 2025, dipicu oleh kemarahan warga atas jatuhnya nilai mata uang dan kesulitan ekonomi.
Aksi protes berkembang menjadi protes besar yang secara luas dianggap sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Iran dalam beberapa tahun terakhir.
Unjuk rasa tersebut mereda pada 8 Januari 2026 setelah dilakukan penindakan tegas oleh pasukan keamanan.
Para pejabat Iran menyatakan demonstrasi awalnya berlangsung damai sebelum berubah menjadi “kerusuhan”, dan menyalahkan campur tangan asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Iran jika para demonstran terus dibunuh.
Meski AS tampaknya telah mengurungkan niat untuk melakukan intervensi langsung, Trump menyerang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah wawancara dengan Politico pada Sabtu (17/1/2026).
Trump mengatakan sudah saatnya Iran mencari kepemimpinan baru.
Baca juga: 5 Populer Internasional: Demonstran Iran Merasa Dikhianati Trump - Rencana Pembentukan PBB Tandingan
“Pria itu adalah orang sakit yang seharusnya memimpin negaranya dengan benar dan berhenti membunuh orang,” kata Trump.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian kemudian merespons melalui media sosial X.
“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” tulis Pezeshkian, Minggu (18/1/2026).
Sementara para pemimpin di Washington dan Teheran saling melontarkan pernyataan keras, para pejabat Iran mengatakan ketenangan telah kembali ke jalan-jalan.
Baca tanpa iklan