Ringkasan Berita:
- Zelensky memperkenalkan aspek baru pertahanan udara Ukraina yang terdiri dari kelompok kecil yang mengerahkan drone pencegat.
- Ukraina berulang kali menyerukan kepada sekutunya untuk meningkatkan bantuan pertahanan udara.
- Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.427 ketika Rusia menyerang Kyiv pada Selasa pagi.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan angkatan bersenjata Ukraina memperkenalkan aspek baru pertahanan udara, yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang mengerahkan drone pencegat, saat negara itu bersiap menghadapi serangan massal Rusia yang baru.
Ukraina berulang kali menghadapi gelombang serangan Rusia awal bulan ini yang memutus aliran listrik dan pemanas ke ribuan blok apartemen dalam suhu beku, terutama di ibu kota.
Sementara itu, Zelenskyy juga berulang kali menyerukan penguatan pertahanan udara.
“Akan ada pendekatan baru untuk penggunaan pertahanan udara oleh angkatan udara, yang berkaitan dengan kelompok tembak bergerak, drone pencegat, dan aset pertahanan udara 'jarak pendek' lainnya,” kata Presiden Ukraina dalam pidato video malamnya, Senin (19/1/2026).
“Sistem ini akan diubah," lanjutnya.
Zelenskyy mengumumkan penunjukan Wakil Komandan Angkatan Udara baru, Pavlo Yelizarov, untuk mengawasi dan mengembangkan inovasi tersebut, seperti diberitakan The Guardian.
Ukraina telah dengan cepat mengembangkan sistem manufaktur drone-nya sejak Rusia melancarkan invasi ke negara tetangganya yang lebih kecil pada Februari 2022, dan telah menekankan drone pencegat sebagai cara yang efektif dan ekonomis untuk menangkis serangan Rusia.
Dalam pidatonya, Zelensky juga memperingatkan warga Ukraina untuk "sangat waspada" menjelang serangan baru Rusia yang diperkirakan akan terjadi.
"Rusia telah bersiap untuk melakukan serangan, serangan besar-besaran, dan sedang menunggu saat yang tepat untuk melaksanakannya," katanya, seraya mendesak setiap wilayah di negara itu untuk bersiap merespons secepat mungkin dan membantu masyarakat.
Sebelumnya, baik Zelensky maupun Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha memperingatkan bahwa intelijen Ukraina telah mencatat bahwa Rusia sedang melakukan pengintaian terhadap target-target tertentu, khususnya gardu induk yang memasok pembangkit listrik tenaga nuklir, lapor Strait Times.
Presiden Ukraina juga mengatakan ia telah menginstruksikan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko untuk mengambil keputusan minggu ini terkait kesulitan yang timbul dari serangan baru-baru ini, termasuk bonus untuk puluhan ribu anggota tim darurat yang memulihkan pemanas dan listrik.
Baca juga: Aroma Rusia di Kapal Selam Canggih Tipe 096 China, Saingi Kecanggihan Kapal Selam Amerika Serikat
Info Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1427 pada Selasa (20/1/2026).
Perang Rusia–Ukraina meletus pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer skala besar ke wilayah Ukraina. Serangan ini menjadi puncak dari eskalasi panjang hubungan kedua negara yang sejak lama diliputi ketegangan.
Akar konflik dapat ditelusuri sejak bubarnya Uni Soviet, yang melahirkan Rusia dan Ukraina sebagai negara merdeka dengan orientasi politik dan kepentingan keamanan yang berbeda. Seiring waktu, Ukraina kian mendekat ke Barat, baik secara politik maupun ekonomi.
Keinginan Kyiv untuk bergabung dengan NATO dan Uni Eropa dipandang Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Rusia. Ketegangan kian memuncak pada 2014, menyusul Revolusi Maidan yang menjatuhkan pemerintahan Ukraina yang dinilai pro-Rusia.
Pada tahun yang sama, Rusia menganeksasi Krimea. Konflik bersenjata juga pecah di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia. Meski berbagai upaya diplomasi internasional telah ditempuh, konflik tak pernah benar-benar mereda.
Situasi tersebut akhirnya berujung pada keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk melancarkan invasi militer penuh pada Februari 2022. Rusia menyatakan operasi itu bertujuan melindungi warga di Donbas, menjaga kepentingan keamanannya, serta menolak perluasan NATO di Eropa Timur.
Langkah Moskow memicu respons keras dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya, yang menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia sekaligus meningkatkan bantuan militer dan keuangan bagi Ukraina.
Hingga kini perang masih berlangsung. Upaya perundingan damai belum membuahkan hasil, meski berbagai jalur diplomasi—termasuk yang dimediasi Amerika Serikat—terus diupayakan. Perkembangan di medan tempur pun terus memberi dampak luas terhadap stabilitas kawasan dan dinamika geopolitik global.
-
Zelensky Peringatkan Warganya Waspada
Presiden Ukraina Zelenskyy memperingatkan warga Ukraina untuk "sangat waspada" menjelang serangan baru Rusia yang diperkirakan akan terjadi.
"Rusia telah mempersiapkan serangan, serangan besar-besaran, dan sedang menunggu saat yang tepat untuk melaksanakannya," katanya, mendesak setiap wilayah di negara itu untuk bersiap merespons secepat mungkin dan membantu masyarakat.
Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha sama-sama memperingatkan pada akhir pekan bahwa intelijen Ukraina telah mencatat bahwa Rusia sedang melakukan pengintaian terhadap target-target tertentu, khususnya gardu induk yang memasok pembangkit listrik tenaga nuklir.
Menteri energi Ukraina Denys Shmyhal mengatakan pada hari Senin bahwa ia telah memberi tahu kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang persiapan Rusia untuk serangan lebih lanjut terhadap fasilitas energi Ukraina, termasuk yang memastikan operasi pembangkit listrik tenaga nuklir.
-
Rusia Serang Kyiv dengan Rudal
Pasukan Rusia melancarkan serangan gabungan drone dan rudal ke Kyiv pada Selasa pagi, memicu pemadaman listrik dan pasokan air, menurut laporan Vitali Klitschko, walikota ibu kota Ukraina.
"Sebuah bangunan non-hunian terkena serangan dan satu orang terluka dalam serangan di tepi timur Sungai Dnipro," kata Vitali Klitschko di Telegram.
Administrasi militer Kyiv mengatakan sebuah area penyimpanan rusak dan beberapa mobil dibakar.
-
Jalur Listrik di Zaporizhzhia Disambung Kembali
IAEA menyatakan pada hari Senin bahwa jalur listrik cadangan telah disambungkan kembali ke pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di Ukraina setelah pekerjaan perbaikan dilakukan di bawah gencatan senjata yang dimediasi oleh IAEA.
Jalur Ferosplavna-1 adalah salah satu dari dua jalur tegangan tinggi yang memasok listrik ke pembangkit listrik yang dikendalikan Rusia di Ukraina dan telah diputus pada awal bulan ini.
-
Rusia Melancarkan Serangan Drone
Rusia melancarkan serangan drone besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina semalam hingga Senin, memutus aliran listrik di lima wilayah di seluruh negeri di tengah suhu di bawah nol dan permintaan yang tinggi.
"Pasukan Rusia telah meluncurkan 145 drone dan pertahanan udara menembak jatuh 126 di antaranya," kata angkatan udara Ukraina.
“Mulai pagi ini, konsumen di wilayah Sumy, Odesa, Dnipropetrovsk, Kharkiv, dan Chernihiv mengalami pemadaman listrik,” lanjutnya.
“Pekerjaan perbaikan darurat sedang berlangsung jika situasi keamanan memungkinkan," tambahnya.
-
Di Bawah Darurat Militer, Ukraina Hadapi Tekanan Gelar Pemilu
Ukraina akan menghadapi tantangan besar untuk menyelenggarakan pemilihan umum pertamanya sejak invasi Rusia tahun 2022 , dengan infrastruktur yang hancur dan jutaan orang mengungsi akibat perang, menurut kepala pemilihan negara itu.
"Memperbarui daftar pemilih Ukraina dan melakukan persiapan yang tepat untuk pemungutan suara akan membutuhkan waktu yang signifikan," kata Oleh Didenko, kepala Komisi Pemilihan Pusat Ukraina, kepada Reuters.
Di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri perang, Presiden AS Donald Trump telah menuntut Ukraina untuk mengadakan pemilihan umum, meskipun hal itu dilarang di bawah hukum darurat militer – yang berlaku sejak invasi – dan mayoritas warga Ukraina menentang pemungutan suara di masa perang.
-
Utusan Putin ke Davos, Rusia-AS Dijadwalkan Bertemu di Sela WEF
Utusan khusus Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, akan melakukan perjalanan ke Davos di Swiss minggu ini dan mengadakan pertemuan dengan anggota delegasi AS di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF), demikian dilaporkan Reuters, mengutip dua sumber.
Sebelumnya, negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, mengatakan pembicaraan dengan pejabat AS tentang mengakhiri perang akan berlanjut di WEF minggu ini.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan