Ringkasan Berita:
- Gempa M6,2 mengguncang Vilyuchinsk, Rusia, berpusat 128 kilometer utara pada kedalaman dangkal.
- Jarak gempa mencapai 6.700 kilometer dari Moskow dan sekitar 6.000 kilometer dari Indonesia.
- BMKG memastikan gempa akibat subduksi Palung Kurile-Kamchatka tidak berpotensi tsunami di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan M 6,2 mengguncang wilayah Rusia di Vilyuchinsk pada Kamis (22/1/2026) pukul 19.42 WIB atau Jumat (23/1/2026) pukul 00.42 waktu setempat.
Episenter gempa bumi tektonik ini terletak pada koordinat 51.79 derajat LU dan 158.552 derajat BT 128 km utara Vilyuchinsk, Russia pada kedalaman 52.2 km.
Jarak titik gempa dengan Ibu Kota Rusia di Moskow kurang lebih mencapai 6.700 kilometer (jarak garis lurus).
Vilyuchinsk berada di ujung timur Rusia, sementara Moskow terletak di bagian barat Rusia, sehingga keduanya terpisah hampir melintasi seluruh wilayah Rusia dari barat ke timur.
Sementara itu bila dibandingka dengan jarak ke wilayah terluar Indonesia, yang paling dekat dengan Rusia bagian Timur adalah Pulau Miangas, Sulawesi Utara.
Jarak titik gempa ke wilayah perairan terluar Indonesia mencapai 5.900–6.000 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono menjelaskan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench).
Baca juga: Putin akan Bertemu Utusan AS Hari Ini, Bahas Perdamaian Rusia-Ukraina
Gempa ini, kata Daryono, memiliki mekanisme naik (thrust fault).
"Hasil analisis BMKG gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," ungkap Daryono dalam keterangan resminya.
Oleh karena itu, masyarakat pesisir di wilayah Indonesia diimbau agar tetap tenang.
"BMKG akan terus memonitor perkembangan dampak gempa bumi ini dan segera menginformasikan kepada stakeholder, media, dan masyarakat," ungkapnya.
(Tribunnews.com/Gilang P)
Baca tanpa iklan