TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyatakan bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melaksanakan ketertiban dunia sesuai Undang-Undang Dasar (UUD).
"Poin yang paling penting, kita di sana utamanya lebih menjaga perdamaian," kata Utut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Utut menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BOP murni bertujuan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian, bukan untuk terlibat dalam konflik.
"Jadi tidak untuk ikut bertempur, walaupun nanti lead-nya salah satu jenderal dari US," ujar politikus PDI Perjuangan (PDIP).
Indonesia, kata dia, siap mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk bergabung dalam misi tersebut.
"Kita juga berharap kita akan mengirimkan jenderal terbaik kita di sana dan pasukan terbaik tempur kita tetapi tidak untuk ikut bertempur. Tadi kita underline, kita tidak untuk bertempur tetapi lebih untuk menjaga perdamaian," imbuh Utut.
Sebelumnya diberitakan, Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Amerika Serikat.
Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung dalam forum tersebut dan berdiri sejajar dengan sejumlah pemimpin dunia saat peresmian keanggotaan diumumkan.
Momen itu ditandai dengan interaksi langsung antara Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (22/1/2026).
Keduanya berjabat tangan di atas panggung utama dengan latar biru bertuliskan “Board of Peace”.
Namun dalam pidato tersebut, Trump tidak secara spesifik menyinggung isu Palestina maupun konflik di Timur Tengah. Padahal, isu Palestina kerap menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional termasuk Indonesia.
Bahkan sebelum pidato Trump, sejumlah pemimpin dunia sudah memaparkan pembangunan kembali Gaza, Palestina, usai dibombardir oleh Israel. Termasuk, jaminan keamanan maupun langkah bantuan krisis kemanusiaan yang masih dialami di Gaza.
Dalam pidatonya, Trump hanya menegaskan bahwa Dewan Perdamaian merupakan proyek besar yang menurutnya sangat bisa dilakukan dan akan menjadi forum yang berdampak nyata.
“Ketika kami benar-benar terlibat dalam proyek ini, dan ini adalah proyek yang besar, tapi sangat bisa dilakukan,” kata Trump.
Ia menyebut Amerika Serikat berada di belakang inisiatif tersebut. Namun, Trump tidak menyinggung proyek besar yang akan dilakukan dalam dewan perdamaian yang dibuat AS tersebut.
Baca tanpa iklan