News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gubernur Bank Sentral Jepang Digaji Rp3,8 Miliar per Tahun, Naik 4,8 Persen

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GAJI TAHUNAN - Gubernur bank sentral Jepang (BOJ), Kazuo Ueda (74). Bank of Japan (BOJ) mengumumkan, gaji tahunan Gubernur Kazuo Ueda untuk tahun fiskal 2025 akan dinaikkan menjadi 37,81 juta yen atau sekitar Rp3,8 miliar

Ringkasan Berita:

  • Bank of Japan mengumumkan kenaikan gaji tahunan Gubernur Kazuo Ueda menjadi 37,81 juta yen atau sekitar Rp3,8 miliar untuk tahun fiskal 2025. 
  • Angka ini naik 4,8 persen dan menjadi yang tertinggi sejak sistem penggajian diberlakukan pada 1998. 
  • Selain gubernur, remunerasi wakil gubernur dan jajaran direksi BOJ juga ikut naik. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di tengah tekanan inflasi dan biaya hidup masyarakat Jepang.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Bank of Japan (BOJ) mengumumkan, gaji tahunan Gubernur Kazuo Ueda untuk tahun fiskal 2025 akan dinaikkan menjadi 37,81 juta yen atau menjadi sekitar Rp3,8 miliar. 

"Kenaikan ini setara dengan 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak sistem penggajian saat ini diberlakukan pada 1998," ungkap sumber Tribunnews.com di BOJ.

Selain itu BOJ menyatakan penyesuaian tersebut dilakukan seiring dengan kenaikan gaji pejabat negara kategori khusus di Jepang. 

Sebagai perbandingan, gaji tahunan PM Jepang Sanae Takaichi hanya 28,2 juta yen atau  Rp3,08 miliar.

Dengan perubahan ini, Ueda menjadi salah satu pejabat publik dengan kompensasi tertinggi di Jepang.

Baca juga: Setor atau Tarik Uang di Atas 2 Juta Yen, Bank Jepang akan Tanyakan Asal-Usulnya

Selain gubernur, remunerasi para pejabat senior BOJ juga mengalami penyesuaian. 

Gaji tahunan wakil gubernur ditetapkan sebesar 30,01 juta yen, anggota dewan kebijakan (policy board) 28,8 juta yen, dan para direktur 23,33 juta yen.

Kebijakan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap peran Bank of Japan dalam menavigasi perekonomian Jepang yang masih dibayangi inflasi, pelemahan yen, dan transisi dari era suku bunga ultra-rendah. 

Kenaikan gaji tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari pemahaman atas beban tanggung jawab besar yang diemban, hingga kritik di tengah tekanan biaya hidup masyarakat.

Diskusi  perbankan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini