News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

7 Skenario Jika Amerika Serang Iran, Teheran Bisa Runtuh atau Membalas

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman terhadap Iran.

Melalui media sosialnya pada Rabu (28/1/2026) malam, Trump mengatakan waktu hampir habis bagi Iran untuk menegosiasikan kesepakatan mengenai program nuklirnya.

Ia juga menyebut sebuah armada besar yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang menuju negara itu.

"Armada besar sedang menuju Iran. Armada ini bergerak cepat dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar.

Armada ini lebih besar, dipimpin oleh Kapal Induk Abraham Lincoln yang hebat, dibandingkan yang dikirim ke Venezuela.

Seperti halnya dengan Venezuela, armada ini siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekuatan jika diperlukan.

Semoga Iran segera 'datang ke meja perundingan' dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan seimbang — TANPA SENJATA NUKLIR — kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting! Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN!

Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah 'Operasi Midnight Hammer', penghancuran besar-besaran di Iran.

Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi.

Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!

Presiden DONALD J. TRUMP."

Baca juga: Konflik AS-Iran Memanas, Anggota Komisi I DPR Minta Kemlu Siaga Lindungi WNI

AMERIKA VS IRAN - Kolase foto Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dari Gedung Putih pada 18 Desember 2025 (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bertemu dengan sejumlah pimpinan dan fakultas Universitas Shahid Motahari di Teheran pada 3 Juli 2024 (kanan). Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif impor 25 persen bagi negara yang tetap berbisnis dengan Iran. (The White House/X @khamenei_ir) (Kolase Tribunnews)

Iran pun memperingatkan bahwa mereka akan membela diri dan merespons jika diprovokasi.

Dalam sebuah unggahan di X (sebelumnya Twitter), Perwakilan Iran di PBB mengatakan:

"Terakhir kali AS melakukan kesalahan dengan berperang di Afghanistan dan Irak, mereka menghamburkan lebih dari 7 triliun dolar AS dan kehilangan lebih dari 7.000 nyawa warga Amerika.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini