News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump: Putin Setuju, Rusia Setop Serang Kyiv Selama Seminggu di Musim Dingin

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (18/12/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin hadir selama presentasi konferensi video mengenai fasilitas olahraga baru yang dibuka di berbagai wilayah Rusia pada tahun 2025. Foto oleh Kristina Kormilitsyna (Rossiya Segodnya).

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin setuju untuk menghentikan serangan ke Kyiv, Ukraina, selama satu minggu karena cuaca dingin yang melanda wilayah tersebut. 

"Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan kota-kota di sekitarnya selama seminggu terakhir," kata Trump dalam rapat kabinet pertamanya untuk tahun 2026 pada hari Kamis (29/1/2026).

Dalam rapat itu, Trump menyambut utusan khususnya, Steve Witkoff, untuk memberikan informasi terbaru tentang negosiasinya dengan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina. 

"Cuacanya sangat dingin, memecahkan rekor. Di sana juga, mereka mengalami kondisi yang sama. Ini adalah tumpukan besar cuaca buruk. Yang terburuk. Tapi memang benar, mereka mengatakan, mereka belum pernah mengalami cuaca dingin seperti itu," ujar Trump.

Trump melanjutkan, dia senang telah menelepon Putin meskipun ada peringatan untuk tidak "membuang-buang" panggilan presiden AS kepada pemimpin Rusia tersebut.

"Saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan berbagai kota selama seminggu, dan dia setuju untuk melakukannya," kata Trump. 

"Dan harus saya katakan, saya bersikap sangat baik. Banyak orang berkata, jangan sia-siakan panggilan itu. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan itu. Dan dia melakukannya. Dan kami sangat senang mereka melakukannya," ungkapnya.

Meski tidak ada pernyataan langsung dari Kremlin, Trump mengatakan dia yakin presiden Rusia akan mematuhi apa yang telah disepakati.

Serangan udara Rusia di Kyiv, Ukraina, melumpuhkan infrastruktur energi ibu kota negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir. 

Reuters melaporkan, lebih dari 1.300 gedung apartemen di ibu kota Ukraina mengalami pemadaman listrik di tengah suhu yang sangat dingin pada Senin (26/1/2026). 

Serangan tersebut juga menyebabkan sebagian besar penduduk kehilangan aliran listrik dan air bersih. 

Baca juga: Perundingan Rusia-Ukraina Masih Alot, AS: Masalah Donetsk Sulit Diselesaikan

Steve Witkoff mengatakan pada hari Kamis selama rapat Kabinet, negosiasi telah berjalan produktif.

"Rakyat Ukraina berharap dan mengharapkan bahwa kita akan segera mencapai kesepakatan perdamaian," kata Steve Witkoff.

Witkoff dan utusan pemerintah lainnya, termasuk menantu Trump Jared Kushner, bergabung dalam pembicaraan perdamaian trilateral pada awal Januari dengan Ukraina dan Rusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), saat negara-negara tersebut bergerak menuju kesepakatan perdamaian yang diharapkan. 

"Kami kedatangan lima jenderal Rusia Minggu lalu di Abu Dhabi bersama Jared, saya, dan Dan Driscoll. Kami rasa kami telah mencapai banyak kemajuan," kata Witkoff, lapor Fox News

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini