Sementara itu, Inggris melalui Wakil Perdana Menteri David Lammy mengecam penindasan di Iran.
Namun demikian, Inggris mengaku tetap pada kebijakan untuk tidak berkomentar mengenai status organisasi tertentu dalam daftar proskripsi.
Pengumuman Uni Eropa ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global setelah Presiden AS, Donald Trump, awal pekan ini menyatakan bahwa sebuah "armada besar" tengah bergerak cepat menuju Iran dengan "kekuatan dan tujuan yang besar."
Baca juga: Misi Rahasia Tentara Israel Obok-obok Suriah, Jalan Kaki 10 Km Tangkap Pasukan Quds IRGC Iran
IRGC sendiri didirikan tak lama setelah Revolusi 1979 untuk mempertahankan sistem Islam di Iran.
Dengan estimasi 190.000 personel aktif, organisasi militer Iran ini menguasai matra darat, udara, dan laut, serta mengawasi senjata strategis di negara tersebut.
IRGC juga mengendalikan pasukan paramiliter Basij yang memiliki ratusan ribu anggota untuk meredam perbedaan pendapat di dalam negeri.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan